Debit Air Sungai Riam Kanan Turun, Petani Ikan Cemas Laporkan ke Dinas Perikanan

  • Bagikan
Budidaya ikan jaring apung di wilayah Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. (foto: dewi)
Budidaya ikan jaring apung di wilayah Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. (foto: dewi)

Masyarakat pembudidaya ikan mengeluhkan turunnya debit air sungai Riam Kanan beberapa hari lalu. Karena keadaan itu dikhawatirkan berdampak terhadap pertumbuhan ternak ikan mereka.

BANJAR, koranbanjar.net – Pembudidaya ikan menggunakan keramba jaring apung mengeluhlan air surut di aliran sungai Riam Kanan, tepatnya di wilayah Kecamatan Karang Intan.

Kasi Pelayanan Desa Sungai Alang, Anang Shaufi kepada koranbanjar.net menyatakan keluhan tersebut, sehingga dia langsung berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar untuk mengatasi kemungkinan terburuk.

“Dengan berkurangnya debit air ini sudah diantisipasi, jadi kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar terkait hal ini.  Alhamdulillah tadi pagi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar langsung cepat tanggap hadir ke desa kami, dan langsung berkoordinasi dengan Kepala Irigasi Karang Intan untuk antisipasi air,” bebernya.

BACA:  Aparat Desa Diminta Patungan ; Itu Budaya yang harus Dihentikan!
Pihak Dinas Perikanan Kabupaten Banjar saat diwawancarai sejumlah wartawan. (foto: dewi)
Pihak Dinas Perikanan Kabupaten Banjar saat diwawancarai sejumlah wartawan. (foto: dewi)

Dalam keterangan ia menambahkan, “Alhamdulillah sudah dibuka dan sekarang sudah mengalir deras,” ucapnya kepada awak media.

Tak tahu pasti jumlah pembukaan debit air, akan tetapi masyarakat di daerah tersebut merasa senang dan mengucapkan terima kasih telah dibantu.

“Entah berapakah dibukanya, kami tidak tahu yang penting kami para petani ikan sangat berterimakasih kepada Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar atas partisipasi beliau ikut serta membantu kami-kami para petani ikan yang ada di Sungai Alang ini,” terang Anas.

BACA:  Ternyata Ternak Ikan Dengan Teknik Bioflok, Untungnya Bisa Selangit

Kendati begitu, Anas kembali menyampaikan terkait kondisi air yang surut ini, ia rasakan selama 4 hari. “Air yang surut kami rasakan kurang lebih 4 hari lalu, setelah 4 hari lalu, kemarin kami langsung telepon ke bagian Dinas Perikanan alhamdulillah dapat tindakan langsung tadi pagi,” paparnya.

Dari kejadian tersebut tentu sangat berdampak sekali pada petani ikan di sana, yang dapat mengakibatkan ikan-ikan petani di jala tersebut tak nafsu makan.

BACA:  Waduh! Pelantikan, Aparat Desa Patungan Rp150.000 / Orang

Kemudian, petani ikan menakutkan apabila surutnya air berkepanjangan akan berdampak pada kematian ikan yang banyak, “bila air surut lama, nanti bisa mengakibatkan kematian yang banyak bagi ikan-ikan kami,” pungkasnya.(mj-40/sir)

(Visited 10 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *