Mulai dari awal penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Banjar telah menghabiskan anggaran Rp 20,7 M. Di mana sebagian besar, digunakan untuk kesehatan, Jaring Pengaman Sosial (JPS), dan pengurangan dampak ekonomi.
MARTAPURA, koranbanjar.net – Dalam kesehatan, dana digunakan untuk melakukan surveilens dan insentif untuk tenaga kesehatan. Sedangkan, Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk masyarakat terdampak.
Hal itu disampaikan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar M. Hilman, Selasa (9/6/2020).
Seperti diketahui, JPS Pemkab Banjar telah memberikan bantuan untuk 30.506 KK. Ke depan, pemerintah akan menyiapkan untuk 66.179 KK.
“Bantuan yang diberi kepada KK tersebut, di luar dari bantuan pemerintah pusat seperti bantuan langsung tunai (BLT), Program keluarga harapan (PKH), dan lain-lain. Jika dihitung dengan bantuan pusat, diperkirakan sudah 50 persen warga mendapat bantuan,” ungkapnya.
Selain itu, pasien Covid-9 beserta keluarga selama masa isolasi juga akan diberi bantuan pangan. hingga berita ini diturunkan, pandemi Covid-19 masih belum berakhir.
“Bantuan pangan tersebut bernilai Rp 300 ribu, agar bisa menjalankan isolasi dengan baik,” pungkas Hilman. (har/ykw)