Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tapin; Tepat dan Cermat Berinternet di Era Digital

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Tapin
Webinar Literasi Digital Tapin

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Tepat dan Cermat Berinternet di Era Digital” di Kabupaten Tapin, Kamis (30/9/2021) pukul 14.00 Wita.

TAPIN, Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Tapin, Drs H M Arifin Arpan ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ovi Darin yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Steve Pattinama yang membahas tentang “Aman saat Berbelanja Online”

“Saat ini jika kita ingin berbelanja online sangat mudah karena adanya web ‘aupun marketplace yang berkembang pesat membuat kita memudahkan untuk berbelanja online,” tuturnya

“Belanja online memiliki banyak kemudahan, dengan menghemat waktu yang lebih efisien, banyak diskon dan cashback, varisi barang lebih banyak, namun ada beberapa kekurangannya seperti barang yang tidak sesuai, penipuan online, dan membuat kita lebih boros karena ingin terus menerus belanja,” pungkasnya

Narasumber kedua, Dr Ir Syahrial Shaddiq yang membahas materi tentang “industry 4.0”

Berkenalan dengan Artificial Intelligence (AI), sebuah kecerdasan buatan yakni kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin.

Pembuatan mesin dan program komputer untuk melakukan otomatisasi tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas.

“Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah,” kata Syahrial.

Masih kata Syahrial, kecerdasan buatan ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, akan tetapi juga mengkonstruksinya.

“Tidak ada definisi yang memuaskan untuk kecerdasan, seperti kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya atau kecerdasan yaitu
apa yang diukur oleh sebuah tes Kecerdasan,” tuturnya.

Narasumber ketiga yaitu Dara Rizky Amalia yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Budaya Digital”

Ada beberapa poin dari Dara cara bermedia sosial yang baik yaitu:

1. Penggunaan bahasa

2. Menghargai orang lain

3. Kontrol pada konten

4. Overposting

5. Preferensi Bukan Plagiat.

Dari penggunaan bahasa sendiri harusnya menggunakan bahasa yang baik dan benar, lalu menggunakan kalimat  yang jelas dan hindari penggunaan kata yang multitafsir.

“Saya menekankan dalam menghargai orang lain harusnya, budayakan membaca sebelum berkomentar dan jangan sampai mencela ataupun menghina,” tandasnya.

Terkait kontrol pada konten Dara menyarankan untuk mengunggah hal yang sewajarnya saja jangan mengunggah hal yang bersifat pribadi.

“Jangan serta merta overposting, kontrol jumlah postinganmu, carilah waktu yang tepat untuk posting,” ucapnya.

Namun, hal yang terpenting yakni preferensi bukan plagiasi. Preferensi atau acuan bukanlah kiblat utama, ciptakan identitas dan karakter yang kuat, karena setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing.

Terakhir narasumber Amalia Permata Rizky dengan materi tentang ‘Cermat Dalam Bersosial Media Dengan Literasi Digital.’

Adapun, dampak minimnya pemahaman bersosial media yaitu:

1. Tidak mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik atau provokasi yang mengarah pada segregasi sosial di ruang digital.

2. Tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan pelanggaran privasi di ruang digital.

3. Tidak mampu membedakan misinformasi, disinformasi dan malinformasi.

“Kemampuan access adalah kunci yang akan menuntun kita pada aktivitas-aktivitas lainnya di ruang digital hal ini berkaitan dengan kemampuan memilih dan memilah informasi, menggunakan perangkat yang legal, dan mengakses sesuai dengan ketentuan,” tutur Amalia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *