Webinar Literasi Digital Balangan; Belajar Literasi Digital di Era 4.0

  • Bagikan

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema ‘Belajar Tentang Literasi Digital di Era 4.0’ di Kabupaten Balangan, Rabu (14/7/2021) pukul 10.00 Wita. Acara yang dibuka Wakil Bupati Balangan H Supian, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

PARINGIN, Koranbanjar.net – Dalam diskusi ini dipandu Rio Brama ini, menghadirkan narasumber pertama Billy Purwocaroko. Ia menyampaikan materi yang bertema “Peran Orang Tua dalam Memberikan Ajaran Tentang Keamanan Internet untuk Anak”.

Billy menyampaikan rumus untuk para orang tua untuk diajarkan kepada anak, yakni Seimbang, Teladan, dan Aturan Main (Setaman).

“Ada empat hal yang harus dipahami orangtua, yaitu menahami bahwa internet adalah netral, berbicara dengan empatui kepada anak dan jangan terlihat gaptek, lalu ambil jeda bila tak tahu konfirmasikan, validasikan, dan terakhir jejaring antar orang tua, selalu mencoba relevan,” terangnya.

“Mungkin, orang tua tidak akan pernah mengerti sepenuhnya apa yg anak mereka pikirkan dan tidak selalu melakukan pengawasan 24 jam, namun jadilah teman diskusi tentang yang apa anak lakukan” tambah Billy.

Materi kedua dismpaikan oleh narasumber Wahyu Supriyanto dengan tema “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak di Era Digital.”

Ia mengatakan, pembelajaran di sekolah saat ini dapat dilakukan dengan dua hal yaitu ‘Daring’ dan juga ‘Laring (Tatap muka).

“Lalu, berapa persen materi yang didapat di kelas secara langsung dengan yang ada di internet?”

Wahyu mengatakan, hanya 15 persen yang bisa didapat di kelas, sedangkan di internet bisa lebih luas lagi.

Sehingga, seorang guru dan siswa di dunia digital ini harus memahami beberapa hal di antaranya, mahir menggunakan IT, lalu siswa dan orang tua harus mendukung cara belajar IT, ada infrastuktur yang memadai dari pemerintah, dan adanya kemauan dari segala pihak.

Harapan Wahyu, ke depannya guru bisa mencoba pembelajaran dengan konten-konten yang lebih bagus dan menarik lagi seperti berupa video agar anak lebih bersemangat lagi untuk belajar.

Materi yang ketiga disampaikan oleh narasumber Nanda Chandra yang bertema “Pentingnya mempunyai Digital skills di Masa Pandemi Covid-19.” Pada kesempatan tersebut Nanda mengulas tentang literasi digital.

“Literasi Digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet, dan lain sebagainya,” ucap Nanda

Nanda juga menambahkan beberapa manfaat Literasi digital di masa Pandemi Covid-19 yaitu:
1. Efektivitas biaya tenaga dan waktu
2. Jangkauan akses yang lebih luas
3. Menyetarakan kesempatan bagi setiap orang untuk berinovasi, semua usia, dan lini masyarakat

Narasumber yang terakhir Troy Sukma Ariesta menyampaikan materi bertema “Tips dan Trik Secara Digital dengan Mudah dan Aman.”

Troy menjelaskan bahwa transaksi digital merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi melalui perangkat seperti mobile banking atau perngkat transaksi virtual lainnya.

Beberapa contoh transaksi digital di era masa kini seperti melakukan pembayaran secara online, melakukan pengisian ulang saldo aplikasi e-wallet, mlakukan pembayaran jasa transportasi secara online, serta melakukan pembelanjaan melalui toko online.

“Dengan adanya perkembangan tranksaksi digital secara luas, maka dari itu kita sebagai pengguna harus lebih berhati-hati dalam menggunakan transaksi digital, seperti maraknya terjadi penipuan di era digital saat ini,” katanya. (nad)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *