Viral Kuliner Jengkol Tidak Berbau di Jalan Martapura Lama Telok Selong Ulu

Kuiner D'Jaring Martapura di Jalan Martapura Lama Desa Telok Selong Ulu, Senin (12/9/2022). (Sumber Foto: iday/koranbanjar.net)

Buah Jengkol atau dalam bahasa Banjar disebut jaring bisa dibuat kuliner dan merupakan salah satu makanan yang banyak penggemarnya juga banyak dijumpai lokasi penjual atau pembuat kuliner ini di Kalsel, termasuk di Kabupaten Banjar. Kali ini kita berkunjung ke kuliner D’Jaring Martapura di Jalan Martapura Lama Desa Telok Selong Ulu Kecamatan Martapura Barat.

IDAY RANBAN, Telok Selong Ulu

BANYAK yang penasaran ingin mengetahui dan mencicipi kuliner D’Jaring Martapura di Jalan Martapura Lama Desa Telok Selong, karena tersiar kabar bahwa jengkol alias jaring dijual ini tidak akan menimbulkan aroma berbau bagi penikmatnya.

Apalagi, D’Jaring Martapura sempat menjadi viral di sosmed karena menjadi perbincangan oleh ciri khas jaringnya.

Hanya sekitar lima menit dari pusat ibukota Kabupaten Banjar, Kota Martapura, kita sudah tiba di lokasi tujuan, D’Jaring Martapura.

Sebuah rombong berukuran 3×3 meter sebagai tempat menggelar dagangan berbagai kue khas Banjar dan tiga buah etalase berisi jaring-jaring, dengan tiga harga, Rp6 ribu, Rp11 ribu, dan Rp15 ribu.

Lalu, sebuah tenda berukuran sekitar 4×4 meter disediakan untuk pengunjung yang ingin mencicipi makanan dan minuman langsung di tempat.

Mencicipi jaring di tempat dengan panorama persawahan, Senin (12/9/2022). (Sumber Foto: iday/koranbanjar.net)

Dua pramusaji nampak melayani pembeli atau pengunjung, yang datang silih berganti menggunakan roda dua maupun roda empat.

“Saya datang dari Banjarbaru, penasaran ingin mencicipi karena disebut-sebut jaring tidak berbau,” cetus seorang pengunjung sambil memvideokan melalui kamera handphone.

Owner D’Jaring Martapura, Wendi yang ditemui penulis menceritakan, awal mula berdagang jaring sejak tahun 2016.

Kemudian terus berkembang dan menyebar luaskan informasi dengan memanfaatkan jejaring sosial, sehingga sekarang memiliki dua karyawan.

Lantas, bagaimana jaring bisa tidak berbau? Sedikit resep diungkapkannya bahwa ini ditentukan dari cara pengolahan, di antaranya merendam jaring dengan frekuensi lama.

“Menjarang (Memasak) juga sampai dua kali,” imbuhnya.

Dibeberkannya, dalam sehari ia bisa menghabiskan sekitar 100 kilogram jaring. Jaring-jaring diperolehnya dari daerah yang sedang memasuki musim buah jaring.

Bagaimana dengan lala, yang merupakan penganan pendamping makan jaring? Lala yang juga dibikinnya sendiri itu bisa habis tiga ember dalam sehari.

Untuk mencicipi jaring tidak berbau dan lala asli yang khas, pengunjung atau pembeli tidak hanya bisa datang ke D’Jaring Martapura, yang buka sejak pukul 08.00 sampai 17.00 Wita.

Sebab, ia melayani sistem delivery. Tersedia di gofood powered by gojek. (selesai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *