Taman Wisata Pagat Batu Benawa Dikembangkan Kembali Pasca Banjir Hebat 

Obyek Wisata Batu Benawa (foto ; M.Ramli/koranbanjar.net)

Pasca musibah banjir besar hingga mengakibatkan beberapa icon wisata Pagat Batu Benawa, tidak dapat beroperasi. Namun belakangan lokasi tersebut kembali dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

HULU SUNGAI TENGAH, koranbanjar.net Peristiwa banjir besar pada Januari 2021 lalu, menjadi catatan yang memilukan bagi masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, selain merusak infrastruktur sejumlah objek wisata di daerah tersebut juga turut terdampak.

Untuk memulihkannya, kini obyek wisata Pagat Batu Benawa, mulai dikembangkan lagi dengan Icon-icon yang baru.

Obyek wisata yang berada di Kecamatan Batu Benawa, menyajikan pemandangan gunung sarigading, goa berangin, dan sungai meratus.

Saat koranbanjar.net berkunjung ke wisata tersebut, Kamis (15/9/2022) sekitar pukul 10.00 WITA, diakui salah satu pemilik warung di tempat tersebut, Ahmad menjelaskan, betapa derasnya banjir bandang yang menerjang obyek-obyek penunjang di wisata pagat tersebut,

Saat ditanya mengenai jumlah kunjungan wisata, dirinya menjelaskan akan ramai disaat waktu libur.

“Biasanya pengunjung yang ramai cuma di hari libur atau akhir pekan, sedangkan kalau hari biasa di jam-jam tertentu saja, misalkan setelah lewat tengah hari atau menjelang senja,” ungkap Ahmad.

Pantauan koranbanjar.net di lokasi, terlihat cuma warung Ahmad yang buka dan bisa melayani pengunjung untuk sekedar minum kopi, ataupun makan mie seduh, dengan keadaan warung yang seadanya.

Terlihat juga beberapa tempat berfoto bagi para pengunjung yang disediakan oleh pengelola obyek wisata pagat Batu Benawa, seperti tempat duduk yang langsung berada di pinggir sungai, dan ada juga tempat duduk yang berada di atas aliran sungai meratus tersebut.

Salah satu pengelola yang memang tidak asing dengan jurnalis media ini, mempersilahkan untuk mandi ditempat itu.

“Mandi-mandi disana, tidak ada pungutan lagi seperti dahulu, sudah cukup bayar di loket depan saja,” ungkap, Putra seorang yang sehari-harinya berada di tempat wisata tersebut.

Benar saja, lima tahun kebelakang memang setiap mau menyeberang, atau naik kepuncak gunung, hingga mandi di Obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah ini, selalu ada pungutan, namun sekarang beda, hal tersebut terpampang jelas dengan spanduk yang bertuliskan himbauan.

Perlu diketahu obyek wisata pagat ini biaya parkir untuk roda dua dibandrol dengan harga Rp.3000, sedangkan untuk roda empat atau lebih dibandrol dengan harga Rp. 5000 rupiah.

Sementara tarif masuk kelokasi wisata ini, 5000 rupiah perorang, yang dibayar di depan pintu masuk ke obyek wisata Batu Benawa Tersebut.

(mdr/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *