Baznas

Siswa SMKN 1 Kertak Hanyar Tenggelam, Pencarian Dengan Penyelam Hingga Gelar Ritual

  • Bagikan
Tim emergency melakukan pencarian terhadap korban tenggelam. (Foto: Yanda)
Tim emergency melakukan pencarian terhadap korban tenggelam. (Foto: Yanda)

Peristiwa orang tenggelam kembali terjadi di Sungai Martapura, tepatnya di depan Jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Gadang Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin pada Selasa, (27/7/2021) pukul 18.00 WITA. Sejak itu, pencarian dilakukan mulai mendatangkan penyelam tradisional hingga menggelar ritual khusus. Dua hari kemudian, korban berhasil ditemukan, tepatnya pada Kamis, (29/7/2021) pukul 01.15 WITA.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Seorang siswa SMKN 1 Kertak Hanyar, Muhammad Syamsuni (17), warga Desa Manarap Tengah No 86 RT 005 / RW 003, Kecamatan Kertak Hanyar, tenggelam di Sungai Martapura.

Seorang relawan Hariadi saat ditemui koranbanjar.net di lokasi kejadian menceritakan kronologis peristiwa tersebut. Awalnya, Selasa, 27 Juli 2021 pukul 18.00 WITA, korban bersama rekannya mandi di Sungai Martapura, tepatnya di tepi Jl Kapten Piere Tendean. Tidak lama saat mandi, rekan korban berteriak, seorang lainnya yang mendengar teriakan tersebut serta melihat rekannya tenggelam, langsung menceburkan diri untuk memberikan pertolongan.

BACA:  Dinkes Banjar Siapkan Posko Jalur Perairan
Korban Siswa SMKN 1 Kertak Hanyar, M Syamsuni. (foto: yanda)
Korban Siswa SMKN 1 Kertak Hanyar, M Syamsuni. (foto: yanda)

Namun upaya penyelamatan rekan korban tidak berhasil, hingga akhirnya beberapa tim emergency berdatangan untuk membantu.

Pencarian dilakukan sejak kejadian, Selasa 27 Juli 2021 hingga Kamis 29 Juli 2021 pukul 01.15 WITA dengan melibatkan tim relawan, Basarnas, Rescue serta pihak kepolisian.

Kemudian, Rabu, 28 Juli 2021 beberapa pihak keluarga korban juga turun ke lokasi untuk ikut melakukan pencarian, termasuk rekan dan guru korban dari SMKN 1 Kertak Hanyar.

BACA:  Jambret Ambil Tas, Korban Terseret

Guru SMKN 1 Kertak Hanyar, Husairi saat itu berharap anak muridnya, Muhammad Syamsuni dapat segera ditemukan. “Dalam masa pencarian, pakaian, ikat pinggang sampai sendal korban sempat ditemukan lebih dulu”, tuturnya.

Sabuk atau ikat pinggang korban sebelum penemuan. (foto: yanda)
Sabuk atau ikat pinggang korban sebelum penemuan. (foto: yanda)

Tim SAR gabungan turut menerjunkan penyelam tradisional dari Alalak, bahkan sempat mengadakan acara ritual dengan memanggil para datu. “Waktu itu disebutkan, korban terjebak di sungai hingga 100 meter, tapi kala itu upaya belum berhasil”, jelasnya.

Pencarian terus dilakukan tanpa henti, baik siang maupun malam. Akhirnya, korban ditemukan di Sungai Martapura yang jaraknya satu kilometer dari titik korban tenggelam, persisnya di kawasan Sungai Baru pada Kamis 29 Juli 2021 pukul 01.15 WITA.

BACA:  Pemkab Banjar Targetkan Menjadi Kabupaten Layak Anak Tahun Ini
Pakaian korban tenggelam.
Pakaian korban tenggelam.

Setelah itu, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka atas permintaan pihak keluarga di Desa Manarap Tengah No 86 RT 005 / RW 003 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (myr/sir)

 

 

(Visited 109 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 109 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *