Satu Tahun Berlalu, Apa Kabar Ambruknya Jembatan Tanipah?

BATOLA, KORANBANJAR.NET – Tepat pada tanggal 17 Agustus 2018 tadi, ambruknya Jembatan Tanipah sudah satu tahun berlalu. Namun ironis, hingga kini, jembatan yang berada di antara Desa Tanipah dan Bangkit Baru, Kecamatan Mandasatana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) ini belum juga diperbaiki. Bahkan, menurut masyarakat setempat, rencana perbaikannya pun belum sama sekali terdengar.

Hingga kini, masyarakat setempat hanya bisa menggunakan jembatan pengganti sementara terbuat dari kayu yang sengaja dibuat oleh pihak pelaksana pembuatan jembatan Tanipah, PT Citra Bangun Abadi.

Pantauan langsung koranbanjar.net pada hari Senin (20/8/2018) kemarin, walaupun keberadaan jembatan pengganti yang berada tepat di samping jembatan Tanipah tersebut bisa menjadi solusi sementara, namun jembatan yang sempit membuat para warga kesulitan menyeberangkan barang-barang keperluannya yang harus diangkut menggunakan mobil ataupun kendaraan roda 3.

Terlebih bagi mereka yang berprofesi sebagai pedagang toko di Pasar Tanipah, untuk menyeberangkan barang-barang jualan, mereka harus membayar uang lebih untuk ongkos mobil pengantar barang yang harus berkeliling menuju jembatan alternatif yang berada jauh dari Desa Tanipah.

Sedangkan bagi pedagang pasar mingguan di Pasar Tanipah yang berasal dari luar Desa Tanipah, mereka tidak bisa mencapai Pasar Tanipah karena barang-barang jualan yang dibawa tak muat diangkut melewati jembatan pengganti sementara. Mereka hanya bisa berjualan di seberang Desa Tanipah, yakni di pertigaan Desa Bangkit Baru, tepat di depan ambruknya jembatan Tanipah.

Menunggu senja di atas ambruknya jembatan Tanipah.

Menurut warga Desa Bangkit Baru RT 4, Andi, satu tahun ambruknya jembatan Tanipah juga berdampak pada menurunnya harga tanah di kampung mereka.

“Dulu setelah jembatan Tanipah ini selesai dibangun, kampung sini jadi ramai. Para pembeli tanah pun sering menanyakan harga tanah dan membeli tanah di sini walaupun warga sudah menaikkan harga tanah yang dimilikinya. Sekarang, bagaiama mau menjual tanah, yang mau beli tanah di sini pun tidak ada lagi,” tuturnya kepada koranbanjar.net.

Sedangkan untuk fungsi jembatan pengganti sementara, Andi mengatakan, tidak mengobati keluhan warga yang sangat menginginkan akses jembatan yang mudah dan kuat.

“Sampai sekarang belum terdengar kabar dari pihak terkait ataupun dari kepala desa sini yang mengatakan jembatan Tanipah sudah ingin diperbaiki. Padahal, jembatan penggantinya sangat sempit, apabila berpapasan sesama pengendara motor, jadi susah sekali,” keluhnya.

Sementara Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanipah, M Said mengatakan, dibiarkannya jembatan Tanipah dengan kondisi ambruk dan tanpa diperbaiki akan menghambat kemajuan desa dari segi pembangunan.

“Jadi kita minta agar pihak terkait bisa segera memperbaiki jembatan Tanipah,” pintanya.

Ketika berusaha ditemui koranbanjar.net di rumahnya untuk dimintai keterangan terkait kabar terkini jembatan Tanipah, Senin (20/8) siang, Kepala Desa Bangkit Baru, Alek, sedang tidak berada di rumah. Begitu juga dengan Kepala Desa Tanipah, Roby, menurut warga setempat yang berada tak jauh dari rumahnya, Roby sedang pergi ke sawah. (dny)