Rijali, Pengepul Barang Bekas Selama 1 Tahun Tidur di Gerobak

  • Bagikan
Rijali agak jauh difoto, karena enggan difoto. (foto: yanda/koranbanjar.net)
Rijali agak jauh difoto, karena enggan difoto. (foto: yanda/koranbanjar.net)

Kehidupan di Kota Banjarmasin terbilang sangat keras bagi Rijali (50), pengepul barang bekas. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia harus berkeliling Kota Banjarmasin dengan gerobak bututnya, mengumpulkan barang-barang bekas, kemudian dijual. Sudah satu tahun ini dia hidup di jalan, tidak memiliki rumah, hanya tidur di atas gerobak, di mana saja berhenti.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Rijali (50) tidak memiliki tempat yang tetap untuk tinggal, dia selalu berpindah-pindah tempat. Dia hanya mempunyai sebuah gerobak butut, sebagai sarana mengais rezeki untuk mengumpulkan barang bekas.

Ditemui koranbannjar.net pada Jumat, (30/4/2021) sekitar pukul 18.15 WITA, di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 5 Kota Banjarmasin, saat menjelang berbuka puasa, Rijali tampak sedang beristirahat.

Menurutnya, sudah hampir dua tahun ini mencari barang bekas, seperti plastik dan besi-besi bekas yang bisa dijual kiloan. Manakala ditanya tempat tinggal, Rijali hanya tersenyum, bahkan saat mau difoto dia enggan.

BACA JUGA ; Sudah 2 Tahun Bocah Yatim Ini Naik Sepeda Jualan Balon Keliling Banjarmasin

“Kurang lebih sudah setahun ini saya tidur berpindah tempat di gerobak, karena sudah tidak mampu membayar sewa rumah,” ungkapnya.

Tadinya Rijali enggan diajak bicara, bahkan ingin bergegas pergi. Namun wartawan koranbanjar.net mengajaknya berbuka puasa bersama di tepi Jalan A Yani Km 5 di sebuah warung. “Istri dan anak sudah lama berpisah, mereka meninggalkan saya,” ujarnya.

Keluarganya meninggalkan karena faktor ekonomi. Dulu dia seorang transmigran di Kalimantan Tengah. Di sana sempat bekerja di sebuah perusahaan sawit, akan tetapi karena sakit, sehingga dikeluarkan dari perusahaan sawit tersebut. Sejak saat itulah dia dan keluarga hijrah ke Banjarmasin.

Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, dia memulai usaha sebagai pengumpul barang bekas hingga sekarang. “Saya juga tidak menyangka bisa sampai seperti ini, tapi ini sudah jalan hidup yang harus saya jalani,” pungkasnya.(mj-33/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *