BNN

Pedagang Ikan Ditemukan Meninggal Dunia Dalam Kondisi Berlumuran Darah

  • Bagikan
PEDAGANG IKAN – Seorang pedagang ikan ditemukan meninggal dunia di kamar dalam kondisi berlumuran darah. (foto: Borneo24/koranbanjar.net)
PEDAGANG IKAN – Seorang pedagang ikan ditemukan meninggal dunia di kamar dalam kondisi berlumuran darah. (foto: Borneo24/koranbanjar.net)

Seorang pedangan ikan asin telah ditemukan meninggal dunia dalam rumah dengan kondisi berlumuran darah di Jalan Riau, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya, Minggu (26/9/2021) pukul 14.00 WIB.

PALANGKARAYA, koranbanjar.net – Temuan mayat pedagang ikan asin berinisial SA ini sempat mengegerkan warga setempat.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kematian korban. Sejumlah anggota kepolisian dari Polresta Palangka Raya,Polsek Pahandut, Tim Emergency Response Palangka Raya dan petugas dari BPBD berada di lokasi kejadian melakukan olah TKP.

Kanit Reskrim Polsek Pahandut Ipda Erick Wowor dikutip dari Borneo24, — jaringan koranbanjar.net mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tentang adanya seseorang yang meninggal dunia tergeletak di dalam kamar sebuah barak, dalam kondisi berlumuran darah.

“Korban dalam kondisi terlentang dengan badan berlumuran darah,” kata Erick.

Sementara itu, anggota Kepolisian dari Tim Inafis Satreskrim Polresta Palangka Raya masih melakukan olah TKP dengan memasang garis polisi.

“Kita masih melakukan olah TKP guna mengetahui dan memastikan penyebab kematian koban dan saat ini dievakuasi ke kamar mayat RSUD Doris Sylvanus,” tandasnya.

Sementara itu, setelah dilakukan visum oleh dokter forensik RSUD Doris Sylvanus mayat yang ditemukan meninggal itu dikarenakan pembuluh darah pecah, sehingga banyak mengeluarkan darah.

Menutu Kapolsek Pahandut AKP Erwin Togar Haasian Situmorang, korban meninggal dunia tidak ada unsur kriminal.

“Setelah kita menerima laporan langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara dan benar korban meninggal dunia dengan kondisi berlumuran darah,” kata AKP Erwin.

Hasil dari pemeriksaan dokter forensik bahwa ada pembekakakan di pencernaan varises esophagus, sehingga menyebabkan pembuluh darah pecah dan banyak mengeluarkan darah dari hidung, mulut, telinga bahkan dari lubang anus. Korban diketahui merupakan perokok berat.

“Saat ini jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarganya untuk dilakukan prosesi pemakaman,”tandasnya.(koranbanjar.net)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × four =