Para Ulama Bicara soal PSU di Kota Banjarmasin, Pesan Mereka; Tak Perlu Berjanji

  • Bagikan
Habib Hasan Assegaf (kiri) (foto: ist)

Rencana Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kota Banjarmasin pada 3 kelurahan, Kelurahan Murung Raya, Basirih Selatan dan Mantuil berdasarkan amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK), menyita perhatian kalangan tokoh agama 3 kelurahan tersebut.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Ketika ditemui media ini belum lama tadi, Habib Hasan Assegaf pemilik sekaligus pengasuh Majelis Al Muhajir di Jalan Kelayan A, Kelurahan Murung Raya menuturkan terkait PSU di wilayahnya.

“Kami hanya mengimbau, baik kepada warga Murung Raya, maupun kandidat calon Walikota, agar yang lurus-lurus saja, jangan ada money politic, dan janji-janji muluk,” tutur Habib Hasan.

Meski dirinya mengaku tidak paham alur politik, namun sepintas ia ketahui, bahwa berbagai macam cara orang berpolitik berupaya meraih kedudukan atau jabatan baik calon gubernur, walikota atau dewan.

Kembali ia menyinggung tentang janji politik, menurutnya bagaimana jika apa yang dijanjikan calon ternyata tidak terlaksana, maka di dunia akan ditagih, apalagi di akhirat.

Guru Rudi Khairuddin (foto: leon)

“Kalau memang sesuai hati nurani, ya pilih, kalau tidak sesuai tidak usah, tidak perlu berjanji, cukup sampaikan apa adanya, buat apa berjanji kalau ternyata harapan palsu,” ujarnya sembari mengungkapkan, dirinya pernah didatangi timses beberapa partai.

“Tapi buat apa, saya katakan kalau saya tidak mempunyai kemampuan dalam hal itu, jangan memaksakan sesuatu yang kita tidak mampu,” ucapnya.

Begitu pula Haji Zainuddin, Pengasuh Majelis Annur masih Kelurahan Murung Raya, lewat juru bicaranya, Dodi Januari, berharap PSU dapat berjalan aman, damai dan tidak ada kekacauan.

“Pilihlah pemimpin yang betul- betul amanah, serta bebas money politic,” imbaunya.

Lalu bagaimana komentar Habib Salim Bahasyim, pemilik dan pengasuh Majelis Bahasyim di Jalan Tembus Mantuil Kelurahan Basirih Selatan.

Melalui perwakilannya, Rahman menginginkan PSU dilakukan dengan Jujur, adil (jurdil), tidak ada tekanan dan intimidasi.

“Biarkan masyarakat memilih dengan bebas sesuai hati nurani, tidak ada tekanan dan money politic,” tegasnya.

Selain  itu ia berharap, saat pelaksanaan PSU, aparat keamanan peka terhadap tindakan diluar dugaan yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat pemilih di TPS.

“Mudah-mudahan masyarakat Basirih Selatan selalu menjaga kerukunan saat pelaksanaan PSU,” harapnya

Sementara Guru Rudi Khairuddin, tokoh agama di wilayah Mantuil, mengatakan hal yang tidak jauh berbeda.

Saat ditemui di rumahnya, pemilik  Majelis Atanwir ini mengimbau kepada warga Mantuil agar senantiasa menjaga ketentraman di kala pelaksanaan PSU.

“Mudah-mudahan tidak ada kecurangan, dan yang terpilih mudah-mudahan amanah, kemudian kepada masyarakat Mantuil jangan terpengaruh dengan omongan -omongan tidak jelas,” pesan Guru Rudi, panggilan akrabnya.

Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kalimantan Selatan (Kalsel) di enam kecamatan akan digelar setelah Idul Fitri, maka PSU Pilkada Kota Banjarmasin di tiga kelurahan dihelat akhir April 2021.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin, Rahmiyati Wahdah dalam keterangannya mengatakan, estimasinya tanggal 28 April 2021.

Menurutnya, waktu itu akan disampaikan pada rapat bersama Pemerintah Kota Banjarmasin dan diteruskan ke KPU Kalsel dan KPU RI.

Sebelumnya diberitakan, MK mengabulkan sebagian gugatan sengketa Pilkada Banjarmasin yang dilayangkan pasangan Ananda-Musaffa Zakir dalam sidang yang digelar, Senin (21/3/2021) malam.

Dalam pembacaan materi gugatan, MK memutuskan memerintahkan KPU Kota Banjarmasin untuk menggelar PSU di seluruh TPS di tiga kelurahan.(yon/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *