BNN

Menelusuri “Kota Apam” yang Kini Juga Ramai Menjual Kue Cincin

  • Bagikan
Pedagang kue apam dan cincin di Kota Barabai, Kabupaten HST.
Pedagang kue apam dan cincin di Kota Barabai, Kabupaten HST.

Kabupaten Hulu Sungai Tengah memiliki nama Kota Barabai atau yang biasa disebur Kota Apam. Ya, Kota Apam disebut karena kue apam merupakan kue khas dari Kota Barabai dan terdapat banyak sekali penjual yang berjejer di sepanjang jalan lintas provinsi kota ini.

BARABAI, koranbanjar.net – Tidak hanya kue apam, kue cincin kini sedang tren di Kota Barabai, tepatnya di desa Maringgit Kecamatan Batang Alai Utara, juga merupakan kue yang diproduksi masyarakat desa tersebut.

Hiasan payung warna-warni menghiasi pinggiran jalan lintas provinsi dari desa Maringgit hingga ke desa Muara Rintis Batang Alai Utara.

Kue cincin yang awalnya hanya satu varian rasa, kini sudah mulai ada beberapa varian rasa di antaranya rasa pandan dan durian.

Ditambah dengan penjaganya pun wanita yang berusia muda-muda sangat menarik pembeli untuk singgah membeli kue yang saat ini sedang tren di Bumi Murakata tersebut.

Usaha kecil menengah tak luput dari imbas pandemi Corona seperti yang terjadi pada penggiat usaha wadai cincin di tempat ini.

“Sebelum Corona, saya bisa meraup omzetRp350 ribu sampai Rp500 ribu- per hari, kalau sekarang jauh menurun hanya berkisar Rp150 ribu saja perhari,” keluh Ibu Irma, pedagang kue cincin di Desa Muara Rintis.

Menurut, ia berjualan dari jam 08.00 dan tutup jam 09.00 malam ini secara mandiri tanpa adanya bantuan dari pemerintah.

Dalam hal ini para penggiat Usaha Kecil Menengah ini berharap, ada perhatian dari pemerintah daerah setempat untuk memberikan bantuan. Mengingat, sepinya usaha yang mereka geluti, padahal warung kecil-kecilan tersebut merupakan mata pencaharian menggantungkan hidup.(mj-41/sir)

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 3 =