Baznas

Kajian Integrasi Perkebunan Kelapa Sawit pada Lima Kabupaten

  • Bagikan
Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Balitbangda Provinsi Kalsel Murwany Viviane, Kamis (12/8/2021) di Banjarbaru. (Sumber Foto: Kominfo Kalsel)

Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalsel melalui Bidang Inovasi dan Teknologi melaksanakan kajian integrasi perkebunan kelapa sawit pada lima kabupaten di Kalsel.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Dilaksanakannya kajian integrasi perkebunan kelapa sawit hutan lestari, guna menjadikan sektor perkebunan Provinsi Kalsel menjadi sektor unggulan dengan komoditas tanaman yang paling menjanjikan yaitu kelapa sawit.

Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Balitbangda Provinsi Kalsel, Murwany Viviane Antang mengungkapan, kajian ini telah dimulai pada bulan Juni yang lalu dan diperkirakan selesai pada November 2021.

BACA:  Remaja hingga Lansia Antusias Ikut Servak Covid di Lanal Banjarmasin

“Perkiraan kajian ini dilakukan selama 6 bulan dengan sebelumnya, kami telah melakukan seminar proposal serta melihat untuk daerah mana yang akan kami kunjungi,” ucapnya, Kamis (12/8/2021) di Banjarbaru.

Untuk ruang lingkup kajian ini sendiri berada 5 kabupaten meliputi Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru dan Tapin.

“5 kabupaten tersebut memang bisa diliat yang lumayan banyak memiliki daerah kelapa sawit dan pada Agustus sampai September perkiraan para tim kajian akan turun ke lapangan,” katanya.

BACA:  PPKM Level 3 di Kotabaru, Dispora Tunggu SE Satgas Tutup Objek Wisata  
Kelapa sawit menjadi komoditas unggulan di Kalsel. (Foto: ilustrasi)

Dari setiap kabupaten nantinya akan diambil satu sampel perusahaan kelapa sawit sebagai tempat pengambilan data.

Viviane mengungkapkan di dalam tim kajian ini tidak hanya dari Balitbangda Kalsel, tetapi dari stakeholder terkait juga ada seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Dinas Kehutanan Kalsel.

“Meliputi Ketua Tim Kajian Wajidi, dengan anggota Ahmad Zaky Maulana, Agustinus Adie, Arifudin, Ef Anwar, Noor Laili Aziza dan Bangun Rahardjo,” tuturnya.

Viviane berharap kajian ini dapat salah satu rencana kebijakan terhadap Pemprov Kalsel.

BACA:  Tunggakan Pajak Kendaraan Capai Rp1 Triliun, Safrizal; Saya Minta BPKP Lakukan Audit

“Karena sesuai dengan salah satu misi Kalsel yaitu mengembangkan daya saing ekonomi daerah yang berbasis sumberdaya lokal, dengan memperhatikan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (kominfokalsel/dya)

(Visited 11 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 11 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *