Berita UtamaPolitik

Heboh Spanduk #2019 Ganti Anggota DPRD Banjar, Begini Tanggapan Warga dan Bawaslu

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Warga Martapura, Kabupaten Banjar, dihebohkan dengan tersebarnya spanduk tagar #2019 Ganti Anggota DPRD Kabupaten Banjar Dengan Caleg Bersih, Selasa (19/3/2019).

Selain ajakan mengganti legislatif dengan yang bersih pada pemilu 17 April mendatang, dalam spanduk itu pula tertulis; stop politik uang koruptor jadi juara dengan modus: bagi-bagi sembako, kerudung/sarung/baju, serangan fajar, mahar ke tokoh masyarakat / adat, bagi-bagi ke lembaga pendidikan dan keagamaan.

Spanduk tersebut diantaranya terpasang di jalan A Yani atau di pagar depan Geduang Juang Martapura, Jalan Tanjung Rema atau pertigaan Jalan Perwira, di komplek Pangeran Antasari serta di Jalan Veteran pagar Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura.

Heboh Spanduk #2019 Ganti Anggota DPRD Banjar, Begini Tanggapan Warga dan Bawaslu,
Spanduk #2019 Ganti DPRD Banjar yang terpampang di pertigaan Jalan Perwira Tanjung Rema, Selasa (19/3). foto: fia/koranbanjar.net

Ahmad Jailani (24 tahun) warga Sungai Tabuk mengatakan, terlepas apapun modus dari pemasang spanduk tersebut, menurutnya ajakan dalam spanduk dapat mengingatkan masyarakat Kabupaten Banjar agar selektif dalam memilih wakil rakyat.

“Ajakan dalam spanduk itu kan isinya bagus saja agar kita tidak memilih caleg yang modus untuk meraup suara, apalagi kan money politic itu melanggar aturan, masa iya kita memilih dewan yang curang,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat Kabupaten Banjar agar selektif dalam memilih pemimpin, dan ia juga berharap masyarakat jangan sampai terprovokasi akibat spanduk tersebut.

“Yang terpenting kita tetap fokus memilih mana yang baik, lihat track record nya, latar belakangnya bagaimana dan bagaimana si caleg itu keberpihakannya kepada masyarakat,” tutup alumnus STAI Darussalam Martapura ini.

Heboh Spanduk #2019 Ganti Anggota DPRD Banjar, Begini Tanggapan Warga dan Bawaslu,
Spanduk #2019 Ganti DPRD Banjar yang terpampang di Jalan A Yani, depan Gedung Juang Martapura, Selasa (19/3/2019).

Sementara Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Banjar, Muhammad Syahrial Fitri mengatakan akan melakukan pengkajian hukum terlebih dahulu; apakah menjadi kewenangan Bawaslu.

“Karena saat ini momentum pemilu maka tentu saja hal-hal yang bisa saja di luar pemilu hanya untuk kepentingan segologan orang kemudian dikait-kaitkan dengan pemilu. Oleh karena itu kita kaji dulu apakah ini memang kewenangan kita, untuk menjaga proses kampanye yang saat ini berjalan, apakah spanduk itu masuk kategori sara atau ujaran kebencian,” jelas Syahrial saat diwawancarai usai Rapat Koordinasi Panwascam se-Kabupaten Banjar di Aston Hotel, Gambut.

Menurutnya, kaliman dalam spanduk itu bisa saja dimaknai benar oleh sebagian orang, karena momentumnya saat pemilu.Namun ia mengkhawatirkan muncul pandangan-pandangan liar. “Misalkan mobilisasi suara agar anggota DPRD yang mencalon tidak dipilih lagi, ini yang kami khawatirkan,” imbuhnya.

Kendati adanya kekhawatiran, Syahrial meyakini masyarakat saat ini sudah cerdas dan bisa menilai. “Saya kita masyarakat kita sudah memilih pengatahuan politik yang bagus dan mereka bisa menilai, dan itu kembali ke diri masing-masing,” katanya. Hingga saat ini spanduk tersebut belum diketahui siapa yang menyebarkannya. (dra)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close