Elpiji Langka, Disperindag: Supaya Cukup, Mereka yang Mampu Beli Isi 5 Kilogram

  • Bagikan
LANGKA - Gas elpiji masih langka di beberapa wilayah di Kabupaten Banjar.(foto:koranbanjar.net)

Gas elpiji isi 3 kilogram mengalami kelangkaan di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Banjar. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kelangkaan gas elpiji, mulai persoalan infrastruktur jalan yang rusak hingga menghambat pendistribusian, sampai masih adanya masyarakat mampu yang ikut membeli gas elpiji isi 3 kilogram yang seyogianya hanya untuk masyarakat miskin.

BANJAR, koranbanjar.net – Kelangkaan gas elpiji isi 3 kilogram yang masih terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Banjar menyebabkan harga masih tinggi di pangkalan sampai menyentuh angka Rp50 ribu per tabung. Menyikapi keadaan itu, Disperindag Kabupaten Banjar sudah berupaya melakukan terobosan, hingga mengurangi terjadinya kelangkaan gas elpiji.

Menurut Sekretaris Disperindag Banjar, Ferryansyah SE.MM. saat dikonfirmasi koranbanjar.net, di ruang kerjanya, Rabu, (3/3/2021) menyatakan, Disperindag sangat berusaha mengatasi kelangkaan elpiji, walaupun sampai sekarang masih belum normal. Namun setidaknya, kelangkaan sudah mulai berkurang terjadi di beberapa kecamatan.

Ferryansyah menjelaskan, kelangkaan ini karena beberapa faktor, antara lain, beberapa jalan yang rusak, sehingga distribusi Pertamina agak terhambat, seperti Jl Gubernur Syarkawi.

Kendati demikian, Ferryansyah menambahkan, Disperindag Banjar terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengatasi kelangkaan tersebut. Bahkan, Disperindag sudah sering melakukan operasi pasar, karena mendengar keluhan masyarakat harga elpiji yang sudah mencapai Rp50 per tabung.

SEKRETARIS DISPERINDAG BANJAR – Ferryansyah. (foto: koranbanjar.net)

Operasi yang sering dilakukan menjual isi ulang gas elpiji 3 kilogram hanya Rp17.500 per tabung untuk meringankan beban masyarakat.

Tidak hanya itu, Disperindag beberapa kali sidak ke beberapa pangkalan supaya memastikan jangan sampai ada pangkalan yang menjual elpiji, melebihi HET. “Kalau sampai ketahuan menjual harga melebihi harga yang ditentukan, akan kita tindak tegas dan kita laporkan ke pihak terkait,” tegasnya.

Menyinggung kemungkinan penambahan kuota gas elpiji, Ferryansyah berharap kuota untuk Kabupaten Banjar mestinya harus ditambah. Penambahan kuota merupakan wewenang pihak ESDM Pertamina dan butuh proses yang ketat, karena Disperindag tidak mungkin bisa langsung melakukan.

“Penambahan kuota itu kewenangan ESDM Pertamina Propinsi. Mengapa harus ditambah, karena penduduk dan UMKM bertambah tiap tahun. Kuota di Kabupaten Banjar yang berjumlah 4.469.333 per tahun itu masih kurang.

Saat ini yang harus disadari masyarakat, ujarnya, ASN maupun masyarakay ang mampu hendaknya menggunakan gas elpiji isi 5,5 kilogram, supaya masyarakat miskin yang butuh gas elpiji 3 kilogram tercukupi. (mj-32/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *