Dubes Finlandia bakal Kunjungi Loksado, Begini Tanggapan Bupati HSS

oleh -158 views
Bupati HSS, Achmad Fikry (tengah, baju maroon), menyempatkan berfoto dengan Pemerintah Kecamatan Loksado di halaman Kantor Camat Loksado, Kamis (21/2). (Foto: Kominfo HSS)

LOKSADO, KORANBANJAR.NET – Sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, Bupati HSS, Achmad Fikry, mengharapkan Loksado selalu menjadi tuan rumah yang baik, terutama saat menyambut kedatangan Duta Besar Finlandia ke Loksado, pertengahan Maret 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Achmad Fikry saat membuka Musrenbang tahun 2019 Kecamatan Loksado, di Kantor Camat Loksado, Kamis (21/2/2019).

“Ini merupakan kesempatan bagi HSS untuk mempromosikan Loksado lebih jauh lagi,” ujarnya.

Sambutan Bupati Fikry dalam Musrenbang Kecamatan Loksado. (foto: yat/koranbanjar.net)

Dalam sambutannya tersebut, Bupati Fikry mengungkapkan rasa syukurnya karena Loksado menjadi objek wisata yang tidak setengah-setengah dan telah menggunakan dana dari pusat dengan baik dalam pengembangannya.

“Insya Allah provinsi juga akan habis-habisan membantu Loksado untuk mengembangkan objek wisata di Kecamatan Loksado, terutama di Haratai dan wisata air panas di Tanuhi,” katanya.

Bupati juga mengharapkan agar masyarakat Loksado dapat mencontoh perilaku masyarakat Pulau Bali, yang selalu ramah dan mendahulukan pelayanan kepada pengunjung.

“Dalam artian segala sesuatu yang berkaitan dengan jasa itu tidak berubah. Di Bali itu bupati kah, gubernur kah, menteri kah yang datang, tarifnya sama dengan pengunjung lainnya, sewa alat selancar pun seperti biasa saja (sama harganya),” paparnya.

Jadi, disebutkan Fikry, jika kita ingin menjadi pelayan yang baik maka harus sesuai dengan standart daerah dan tidak membedakan status pengunjungya.

“Jangan nanti melihat plat (nomor polisi) mobil ‘KH 1’, oh itu bupati dari Kalteng, larangi aja (mahalkan saja tarifnya),” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Fikry juga menyinggung tentang pengelolaan kebersihan di Loksado yang menurutnya harus memerlukan kepedulian bersama. “Sampah apapun, seperti bekas mie instan, minuman dan lain-lain harus tidak ada lagi kalau kita ingin menjadi tujuan wisata yang mendunia,” pesannya. (yat/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan