Cerita Mistik Dibalik Penggalian 59 Makam di Kelurahan Sekumpul

  • Bagikan
Pemindahan makam di Sekumpul ke Tungkaran. (Foto: dya/koranbanjar.net)

Bermacam keanehan ditemukan para penggali makam maupun pembawa peti mati, dari makam yang dipindahkan dari Sekumpul ke Tungkaran sebagai revitalisasi Sekumpul. Semuanya diluar nalar dan tak masuk di akal namun dialami nyata.

HAIRIYADI, Martapura

SEJAK Sabtu (22/5/2021) siang pukul 09.00 Wita sudah dimulai proses pengangkatan dan pemindahan 59 makam dari Kelurahan Sekumpul RT 01 RW 01 belakang Panti Werdha Budi Sejahtera ke tempat pemakamam umum di Desa Tungkaran.

Pembacaan doa dan tahlil yang dipimpin Habib Syekh Bahasyim dan Habib Bahar bersama-sama dengan Bupati Banjar H Saidi Mansyur dan Wabup Banjar Said Idrus al Habsyie serta lainnya.

Berikutnya, Wabup Banjar Said Idrus al Habsyie menandai dimulainya pelaksanaan dengan mengggali makam yang bakal dipindahkan. Barulah satu unit eksavator menggali lapisan atas sekitar 50 atau 70 centimeter dan diteruskan penggalian manual.

Ada lima orang penggali makam yang terlibat pengangkatan dan pemindahan, Auliyani alias Ool dan kawan-kawan. Semua berjalan lancar dengan berhasil dipindahkannya 17 makam ke Tungkaran.

“Ini pengalaman pertama kami menggali makam yang ada jenazahnya. Kalau mengali lubang kubur sudah biasa,” sebut Ool.

Proses pemindahan ini menggunakan transportasi dua unit mobil dari dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan PMI Kabupaten Banjar.

Begitu juga hari kedua pada Minggu (23/5/2021) dan Senin (24/5/2021) telah dipindahkan 29 makam dan 13 makam, ditambah satu lagi makam bayi sehingga berjumlah 60 makam.

Diantara 60 makam tadi ada 10 makam yang ditemukan masih utuh dan baik tulang belulangnya, begitu juga kain kafan berupa kain kaci yang dikenakan untuk jenazah. Sedangkan sebagian lagi (maaf) sudah dalam keadaan rusak atau tidak sempurna kondisinya.

Malah ada ditemukan jasadnya masih utuh, sementara makam bayi justru hanya ada tersisa kain kafannya didapati oleh penggali makam.

“Dua masih utuh ini atas nama Idrus dan Samidri,” sebut Pembakal Tungkaran, Salmani.

Informasi diterima dari Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Banjar Irwan Jaya, Idrus wafat dan dimakamkan pada Maret 2021 sedang Samidri pada Januari 2021.

Untuk pemindahan makam-makam ini disediakan dua bentuk peti mati berukuran panjang dan pendek. Panjang dipergunakan untuk makam yang masih utuh keseluruhan jenazah dan pendek bila hanya tersisa bagian tulang belulang.

Lokasi pemakaman yang baru di tempat pemakaman umum di Desa Tungkaran. (Foto: dya/koranbanjar.net)

Apakah ada keganjilan dan keanehan?

“Ada satu jenazah berbau harum sekali ketika kami bawa dari makam di Sekumpul ke Tungkaran,” cetus sopir PMI Kabupaten Banjar.

Hal lainnya dialami penggali makam, ada satu orang kesurupan dimasuki roh halus dari salah satu makam, Sabtu (22/5/2021) sore. Penggalian dinilai terlalu ramai dan banyak orang, sehingga mengganggu ketenangan.

Setelah permintaan dipenuhi dan diletakkan di tempat dikehendaki seusai magrib, barulah roh halus tadi mau keluar dari badan penggali makam yang kesurupan.*

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *