Harga cabe jenis tiung di Kota Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sudah mulai membaik. Satu pekan lalu harga cabe berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp10.000 perkilogram, namun sekarang harganya naik sudah dua kali lipat.
BARABAI, koranbanjar.net- Cabe jenis tiung yang menjadi primadona warga Barabai ini sejak awal September merosot sangat murah, dibandrol dengan harga Rp8.000 hingga Rp10.000 perkilogram, namun di pertengahan September ini harga cabe ini mulai mengalami peningkatan.
Naik hampir dua kali lipat dari awal bulan lalu, kali ini harga cabe tiung berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp18.000 Rupiah perkilogram.
Hal ini diperkirakan karena musim penghujan yang sudah melanda Kota Barabai dan sekitarnya, sehingga membuat harga cabe berangsur naik dari awal bulan kemarin.
Pantauan koranbanjar.net di Pasar Barabai hingga Pasar Agrobisnis Barabai, Kamis (16/9/2021) pukul 18.30 WITA, cabe jenis tiung masih banyak dijual.
“Harga mulai membaik, namun belum seperti dulu, masih murah juga. Kalau dulu harga cabe berkisar antara Rp70.000 hingga Rp100.000 perkilogram, masih mending saat ini harganya sudah mencapai Rp18.000, coba lihat kemarin-kemarin, seperti tidak ada harganya,” ujar Pedagang cabe dan sayur mayur, Syamsul.
Kondisi musim penghujan yang sudah mulai melanda Kota Barabai membuat pohon dan buah cabe menjadi kurang baik, hal ini disampaikan Mansur, warga Setiap Kecamatan Pandawan.
“Kalau musim hujan, tumbuhan cabe ini sudah dipastikan kurang baik, ini saja berbuah sudah tidak normal, padahal menanamnya berbarengan,” ujar dia.
Komuditas sayur mayur yang harganya masih dibilang murah juga terjadi pada saledri, tomat, dan jeruk nipis.(mj-41/sir)