BNN

Webinar Literasi Digital Tanah Bumbu; Menjadi Masyarakat Indonesia yang Paham Digital

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital.
Webinar Literasi Digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Menjadi Masyarakat Indonesia Yang Paham Digital.” di Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (28/8/2021) pukul 10.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati Tanah Bumbu M. Zairullah Azhar, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

TANAH BUMBU, koranbanjar.net – Kegiatan dipandu moderator Reza Rahman yang menghadirkan narasumber pertama Fiska Suratmono. Ia menyebutkan, dampak positif dari internet yaitu, membantu anak belajar mengeksplorasi, melatih kognitif, meredakan ketegangan atau memberi hiburan dan berafiliasi dengan teman sebaya.

Adapun, dampak negatif yang dapat terjadi ketika menggunakan internet berlebihan adalah mengganggu kehidupan keluarga, pekerjaan, pendidikan, tidur, hobi, dan hubungan sosial.

“Kecanduan internet merupakan suatu tingkah laku di mana individu mengalami ketergantungan terhadap penggunaan internet yang ditandai dengan menghabiskan waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan menimbulkan perasaan senang, serta tidak mampu mengontrol penggunaannya sehingga menimbulkan perasaan yang tidak menyenangkan saat tidak dapat menggunakan internet,” tuturnya.

Cara mengatasi kecanduan internet;

  1. Sadar bahwa penggunaan internet secara berlebihan merupakan masalah.
  2. Mengakui bahwa kita memang menderita kecanduan internet.
  3. Secara perlahan membatasi penggunaan internet.
  4. Meminta bantuan seorang ahli untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
  5. Membatasi penggunaan gadget atau internet game untuk anak.
  6. Orang tua mengaktifkan fitur parental lock.

Selanjutnya narasumber kedua Isma Rachmadani Siregar dengan materi tentang ‘Bijak, Cerdas, dan Aman Berinternet (Digital Ethics).’

Etika dalam berkomunikasi yaitu, ucapkan salam, perkenalkan diri, berbicara sopan dan santun.

Jangan mengumbar Informasi pribadi;

  1. Alamat atau petunjuk mengenai tempat tinggal.
  2. Foto selfie dan foto lain yang membocorkan banyak hal.
  3. Rencana liburan dan travelling.
  4. Informasi tentang rutinitas sehari-hari.
  5. Konten yang bisa membahayakan karir.

Narasumber ketiga Moh Mario Alvin dengan materi tentang ‘How To Develop Millenials Personal.’

Mario menjelaskan, Milenial atau disebut juga generasi Y adalah generasi setelah generasi X yang lahir di antara tahun 1980-an hingga 2000-an.

“Karakteristik millenials berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonomi namun generasi ini umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi media dan teknologi digital,” tuturnya.

Gimana cara kita menjadi Influencer;

  1. Fokus terhadap kualitas karya.
  2. Don’t be ‘Money oriented.’
  3. Sesuaikan gaya dengan budget.
  4. Buatlah karya yang original.
  5. Fokus terhadap bidang kamu.
  6. Ikuti tren yang ada.
  7. Upload karya kamu di berbagai media sosial.

Terakhir narasumber Cici Asmawatiy menjelaskan materi tentang ‘Peran Orang Tua Dalam Memberikan Ajaran Tentang Keamanan Internet Untuk Anak.’

“Manfaat internet yaitu untuk sarana konektivitas dan komunikasi, untuk akses informasi pengetahuan dan edukasi, alamat dan pemetaan, kemudahan bisnis dan sarana hiburan,” tutur Cici.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan durasi ideal belajar online di rumah yakni, untuk usia 6 sampai 12 tahun 90 menit atau 1,5 jam setiap harinya, sedangkan usia 12 hingga 18 tahun tidak lebih dari 2 jam setiap harinya.

Keamanan anak di dunia maya penting untuk dilindungi oleh orang tua seperti:

  1. Batasi waktu berinternet.
  2. Manfaatkan fitur perlindungan teknologi.
  3. Beritahu anak berinternet yang aman.
  4. Jaga data pribadi anak di internet.
  5. Berkomunikasi dengan terbuka.
  6. Dampingi anak berinternet.
  7. Berikan anak ruang untuk berekreasi.(mj-37/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 1 =