Banjar  

Sempat Viral di Media Sosial, Bangunan ala Eropa di Kertak Hanyar Ini Ternyata Milik Pengusaha Asal Tanbu

Bangunan mewah di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalsel.
Bangunan mewah di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, Kalsel.

Sekitar 4 tahun silam bangunan rumah mewah ala Eropa di Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar ini sempat viral hingga menjadi perbincangan dunia maya. Karena disangka bangunan gereja, kini bangunan tersebut mulai menampakan kemegahannya.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Pengamatan langsung media ini, Sabtu (28/8/2021), kemewahan dan kekohoan bangunan yang diklaim sebagai tempat tinggal pribadi itu sangat jelas terlihat.

Perpaduan warna cokelat mendominasi warna abu-abu menghiasi dinding dan pilar dari bawah hingg atas. Semua wajah bangunan ini didominasi warna cokelat, sehingga menambah kesan elit bangunan yang berdiri di Jalan Ahmad Yani Km 9,700, Kelurahan Mandar Sari, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan ini.

Tampak para pekerja bangunan sedang bekerja pada masing-masing bidang dari mulai mencat pagar tralis, memasang batu bata halaman hingga bagian mengerjakan dalam ruangan.

Depan bangunan rumah yang menjulang tinggi terlihat di tengah halaman sebuah bangunan berbentuk seperti tempat air mancur.

Saat berbincang – bincang dengan jurnalis koranbanjar.net, kontraktor proyek bangunan dengan lahan diperkirakan 250 m dan luas 50 m ini, Bambang mengatakan, progres pembangunan rumah pribadi milik seorang pengusaha tambang batubara dan sawit asal Batulicin tersebut diketahui bernama Julius, kini sudah mencapai antara 70% sampai 80%.

Rumah mewah di Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.
Rumah mewah di Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar.

“Diperkirakan 1 tahun lebih kelar,” ujar Bambang.

Ditanya mengapa owner menciptakan rumah laksana bangunan megah di Bethlehem tempat kelahiran Yesus,. Bambang mengatakan, kebetulan pemilik rumah adalah beragama Katholik.

“Selain itu mungkin beliau karena suka jalan-jalan ke luar negeri, namanya orang berduit ya mudah aja ;kan plesiran, tentu kan pasti melihat bentuk – bentuk bangunan di sana, sehingga tertarik untuk menirunya,” ungkap Bambang yang mengaku sudah puluhan tahun bergelut menjadi kontraktor bangunan.

Disinggung kembali selain rumah tinggal pribadi untuk keluarga, apakah akan ada salah satu ruangan dibikin selain rumah misal tempat ibadah umat Katholik untuk wilayah sekitar rumah atau Kabupaten Banjar?

Bambang menegaskan, tidak ada bangunan atau alihfungsi terhadap bangunan  rumah tempat tinggal milik keluarga besar dari pasangan Julius dan Ketut Sudianti ini.

Diterangkan Bambang, mengapa begitu besarnya bangunan ini, padahal sambung Bambang, hanya terdiri 5 kamar namun satu kamar memiliki ruangan cukup luas.

“Pemerintah Kabupaten Banjar melarang mendirikan bangunan apapun selain rumah tinggal pribadi berdasarkan izin penanaman modal, atas dasar itu kami mengerjakan pembangunan rumah ini,” jelasnya.

“Mungkin karena viral pada waktu itu disangka gereja, makanya sampai sekarang masih ada yang berpendapat seperti itu,” pungkasnya.

Sekadar diingat kembali, Ketut Sudianti, isteri dari Julius pemilik dari tanah dan bangunan dengan SHM 502 di media pernah menyatakan, bangunan tersebut diperuntukan sebagai tempat tinggal. Karena menurut dia, sebagaimana izin yang dikeluarkan pada 30 Juli 2013 dengan Nomor 254/IMB -K/BKPMP2T /2013 oleh Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan.

“Jujur kami bangun rumah dan murni sebagai tempat tinggal,” ucapnya kepada wartawan kala itu.

Selanjutnya Ketut Sudianti memaparkan, bangunan tersebut tidak akan dialihfungsikan peruntukannya baik menjadi tempat ibadah.

Karena dikatakan, tidak sesuai dengan peruntukannya yang tercantum dalam perizinan yang telah diterbitkan Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Ini semua janji saya dan saya tuangkan dalam surat pernyataan yang saya buat sendiri hari ini (red Selasa, 10 Oktober 2017) dalam keadaan sadar dan tidak dalam tekanan apapun,” tegasnya.(yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *