Baznas

Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan: Menjaga Keamanan di Dunia Digital untuk Anak

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital HSS.
Webinar Literasi Digital HSS.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Menjaga Keamanan di Dunia Digital untuk Anak.” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Rabu (15/9/2021) pukul 10.00 Wita.

KANDANGAN, Koranbanjar.net – Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HSS Achmad Fikry, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.
Dipandu oleh moderator Aulia Mawardika, yang menghadirkan narasumber pertama Aep Wahyudin dengan materi tentang ‘Kecakapan Digital atau Digital Skills.’

Aep mengatakan, milenial menganggap internet sama pentingnya dengan kebutuhan dasar manusia seperti udara, air, makanan, dan tempat tinggal. Sejalan dengan pentingnya aktivitas berinternet dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebanyak 66 persen dari total responden menyatakan perangkat mobile seperti laptop, smartphone, dan komputer tablet merupakan teknologi paling penting dalam hidup mereka,” tuturnya.

Kurangnya kecakapan digital dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak menimbulkan penggunaan media digital yang tidak optimal.
Lemahnya budaya digital bisa memunculkan pelanggaran terhadap hak digital warga. Rendahnya etika digital berpeluang menciptakan ruang digital yang tidak menyenangkan karena terdapat banyak konten negatif.

BACA:  Webinar Literasi Digital Balangan; Menggunakan Internet yang Aman dan Nyaman

Rapuhnya keamanan digital berpotensi terhadap kebocoran data pribadi maupun penipuan digital.
Selanjutnya narasumber kedua Junaidy dengan materi tentang ‘Keamanan Digital, Jarimu Harimaumu.’

“Kita harus bijak bermedia sosial, karena berawal dari pikiran lalu jari-jari adalah penentu akhir, ketika kita merasa benar belum tentu orang lain salah, dan sebaliknya ketika kita merasa salah belum tentu orang lain benar” ucapnya.

Junaidy menjelaskan, internet sehat adalah cara berperilaku yang beretika saat mengakses suatu informasi dan internet, selain itu juga pengguna internet yang sehat tidak melakukan aktivitas internet yang melanggar hukum seperti pelanggaran hak cipta, hacking dan mengakses konten ilegal.

Adapun, cara berinternet sehat yaitu:

1. Hindari situs atau forum yang berbahaya.

2. Pasang aplikasi parental control bagi orang tua yang anaknya sudah mengenal dan menggunakan internet.

3. Berikan sosialisasi kepada anak sejak dini soal hal baik dan hal buruk saat menggunakan internet.

BACA:  Bupati Achmad Fikry Letakkan Batu Pertama Relokasi Masjid di Tayub

4. Gunakan DNS yang memblok situs berbahaya seperti situs judi, situs dewasa dan yang lainnya.

5. Pertebal iman dan agama adalah salah satu firewall utama dalam diri pengguna internet.

Narasumber ketiga Cathelia Bella menuturkan, internet dan media sosial membawa peluang baru khususnya bagi para remaja saat kondisi pandemi Covid-19.

“Dengan memajukan teknologi para pengguna dibebaskan untuk membuat konten sebagai wadah untuk berekspresi dan membagikan ke berbagai platform. Kebebasan berekspresi juga mendukung sikap demokrasi,” ujarnya

Cathelia menambahkan, yang bisa dilakukan untuk membuat konten yang baik dan menarik yakni:

1. Memahami target audience.

2. Membuat konten yang original.

3. Buat konten yang memiliki benefit.

4. Strategi dan perencanaan yang matang.

5. Pilih media yang tepat.

6. Perhatikan detail kecil.

7. Variasi konten.

8. Mengetahui jadwal yang tepat untuk posting.

Di akhir Cathelia menambahkan, kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia lainnya. Seperti kebebasan berfikir, berkeyakinan dan beragama. Kita dapat membuat konten apapun yang kita minati, asalkan penuh dengan tanggung jawab dan mengetahui batasan-batasan untuk berinternet.

BACA:  Program Samping Desa Wujudkan Desa Sejahtera di HSS

Narasumber terakhir Siti Jamilah memaparkan tentang ‘Digital Literacy For Parents.’ “Buah yang akan dipetik sangat bergantung kepada benih yang ditanam. Begitu pula kondisi serta kualitas lingkungan di mana pohon itu tumbuh,” ujar Siti.

Webinar Literasi Digital HSS.
Webinar Literasi Digital HSS.

Siti menuturkan, dari database interval tentang international child sexual exploration pada tahun 2018, setiap hari ada sekitar 15 anak melaporkan kasus kekerasan seksual secara daring dan 19.481 korban kekerasan seksual teridentifikasi. Sebanyak 8.897 orang teridentifikasi sebagai pelaku kejahatan seksual anak.

“Aplikasi parental yang mungkin bisa dicoba untuk memantau aktivitas internet dan sosial media anak dan remaja yaitu, Norton family parental control, kids place parental control, dan Kaspersky save kids,” pungkasnya. (MJ-3/and)

(Visited 13 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *