BNN

Webinar Literasi Digital Kabupaten Batola; Siapkan Diri Hadapi Transformasi Digital

  • Bagikan
Webinar Literasi Digital Batola.
Webinar Literasi Digital Batola.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Siapkan Diri Hadapi Transformasi Digital” di Kabupaten Barito Kuala, Kamis (16/9/2021) pukul 10.00 Wita.

BATOLA, Koranbanjar.net – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, B Sc dan Bupati Batola, Hj. Noormiliyani A S., S H ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber pertama yaitu Piyu Padi yang menyampaikan materi tentang “Basic Knowledge dan Rules Usaha Online”

Piyu memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara 10 terbesar pertumbuhan “e-commerce” dengan perumbuhan 78 persen dan berada di peringkat satu. Sebanyak 88,1 persen pengguna internet di Indonesia memakai layanan e-commerce untuk membeli produk tertentu.

Sedangkan e-commerce sendiri memiliki definisi pembelian dan penjualan barang serta jasa atau pengiriman dana atau data melalui elektronik, terutama internet.

“Kunci dalam usaha online adalah membuat customer atau client nyaman. Ada tiga poin yang paling penting, terutama kreatif adalah poin yang paling penting dalam dunia usaha online, poin kedua adalah kolaborasi untuk memperluas jaringan konsumen, dan terakhir kita harus mengikuti trend yang ada saat ini.” tuturnya

Narasumber kedua, Arjudin, S Pd., M I Kom yang menyampaikan materi tentang “Digital Culture: Menjaga dan Mendidik Anak di Era Digital”

Arjudin menyampaikan bahwa Digital Culture merupakan teknologi dan internet secara signifikan membentuk cara kita berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi sebagai manusia dalam lingkungan masyarakat.

“Cara mendidik anak di era digital saat ini dapat kita lakukan dengan menggunakan browser ramah anak, kita juga harus rajin cek history browser di handphone anak, membatasi waktu anak untuk bermain internet, dan yang paling penting komunikasi pada anak.” ujarnya

Narasumber ketiga yaitu Gusti Gina yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Kenali dan Pahami Rekam Jejak Digital”

Apa itu Rekam Jejak Digital?

“Seperti yang kita ketahui rekam jejak digital merupakan berbagai data yang kita tinggalkan ketika menggunakan layanan digital” ujar Gina

Ia juga menambahkan, “kita bisa menjaga jejak digital dengan melindungi data personal, log in info jangan dibagikan, dan berpikir sebelum posting sesuatu di sosmed kita”.

Terakhir ada narasumber H. Kapsul Anwar, S Pd yang meyampaikan materi tentang “Literasi Digital Bagi Tenaga Didik dan Anak Didik di Era Digital”.

“Di situasi pandemi saat ini pembelajaran dilaksanakan secara daring, pastinya para pendidik harus menggunakan aplikasi untuk mengajar murid didiknya, aplikasi yang biasa para pendidik gunakan, contohnya media sosial, google classroom, zoom, google meet, dan e-learning sekolah.” tuturnya

“Namun saat ini kita lihat banyak dampak kekurangan pembelajaran daring, yang harus kita pehatikan adalah jaringan internet, karena tidak di semua wilayah dapat mengakses jaringan internet dengan baik. Adanya kendala kuota pada anak didik, tetapi alhamdulillah pemerintah sudah memberikan kuota gratis terhadap anak didik.” pungkasnya (lala)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − seven =