Warung Makan di Banjarmasin Ini Terang-terangan Buka di Siang Ramadan

Sebuah Warung Makan di kawasan Banjarmasin Selatan nekat buka siang di bulan Ramadan. Sabtu (01/4/2023). (foto: koranbanjar.net)
Sebuah Warung Makan di kawasan Banjarmasin Selatan nekat buka siang di bulan Ramadan. Sabtu (01/4/2023). (foto: koranbanjar.net)

Sebuah warung makan di kawasan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin secara terang-terangan buka di siang hari bulan Ramadan. Pihak warung beralasan untuk melayani para buruh.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Pemilik warung, Bahruddin kepada media ini, Sabtu (01/4/2023), mengakui dirinya sengaja membuka jualan makanan dengan alasan untuk melayani para buruh pekerja Pelabuhan Trisakti dan pergudangan di kawasan Jalan Gubernur Soabarjo.

“Soalnya yang minta mereka mas, kalau saya tidak buka saya ditelepon, katanya gimana kami beli makan kalau saya tutup,” dalihnya.

Padahal lanjutnya, dirinya ingin sekali libur selama bulan Ramadan, tetapi apa boleh buat kasihan dengan buruh.

“Karena makanan yang saya jual terbilang paling murah dari warung makan di lain. Nasi sama ikannya atau ayam ditambah sayur saya jual cuman sepuluh ribu,” tutur Bahruddin.

Bahkan ia berujar, tujuannya berjualan hanya membantu tidak mengambil keuntungan banyak. Dalam satu bungkus nasi itu ia cuma mengambil untung seribu rupiah.

“Syaratnya saya bilang asal jangan makan di sini, dibungkus aja,” ucapnya lagi.

Ditanya apakah tidak takut didatangi Satpol PP, Burhanuddin yang pernah berjualan di kawasan Jembatan Dewi atau bekas pertokoan Roberta ini mengaku takut dan was-was juga jika ditemui Satpol PP.

“Takut juga sih, karena dulu sudah pernah didatangi namun hanya diberikan imbauan,” ungkapnya.

Disinggung soal keuntungan, Burhanuddin merinci dalam satu hari menghabiskan 2 ribu bungkus nasi dan keuntungan kotor mencapai 7 juta.

“Ini sebelum Ramadan, kalau Ramadan agak kurang paling berkisar empat juta dan bersih 500 ribu itu sudah potong biaya modal, upah pelayan dan lain-lain,”  urainya.

Dari pengamatan media ini di sela wawancara, bukan hanya kalangan buruh tetapi beberapa warga lain ikut mampir membeli makanan di warung miliknya.(yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *