Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Warga Desa Bukit Mulia Tala Bertahun-tahun Rasakan Dampak Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang

  • Bagikan
Warga melakukan aksi blockade jalan tambang. (foto: istimewa)
Warga melakukan aksi blockade jalan tambang. (foto: istimewa)

Sungguh sangat miris, bertahun – tahun warga Desa Bukit Mulia Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut, Kalsel menderita kerusakan lingkungan akibat aksi perusahaan tambang batubara.

TANAH LAUT, koranbanjar.net – Dalam keterangan lewat telepon, warga Desa Bukit Mulia, Pujiarto kepada media ini, Kamis(25/11/2021) menyampaikan keluh kesah yang disampaikan warga setempat, Loso Setiawan.

Katanya, Loso mengungkapkan bahwa permasalahan ini sudah bertahun-tahun, warga mengharap ada solusi dan penyelesaian.

Diceritakan Puji, selama ini warga hanya melihat sisi negatif, kerusakan lingkungan akibat aksi tambang yang terjadi di desanya.

“Kami warga turun hari ini bukan mau cari masalah, tapi kami ingin ada pemecahan masalah dengan solusi yang terbaik dari perusahaan tambang” tutur Pujiarto.

Lanjutnya, warga menginginkan perusahaan tambang tidak lagi mengulur waktu, masalah lubang tambang yang kini menjadi danau besar harus segera diatasi.

Dijelaskan, Desa Bukit mulia adalah salah satu Desa di Kecamatan Kintap, menjadi lahan pertambangan sejak 2017 lalu.

Wilayah ini masih menjadi konsesi PKP2B PT Arutmin Indonesia, namun sejak beberapa tahun terakhir banyak pula tambang-tambang liar dari perusahaan lain yang melakukan dugaan aksi penambangan ilegal.

Diduga aksi para penguasa tambang tidak memperhatikan faktor keamanan dan lingkungan sekitar, termasuk penggunaan jalan milik warga desa.

Ditambah dengan aksi penggalian yang membabibuta, ironisnya banyak lubang-lubang raksasa yang bertebaran di sekeliling desa, bahkan beberapa titik galian sudah masuk di pemukiman warga bersebelahan dengan rumah warga.

Salah satu warga lainnya, Sidik mengungkapkan rumah milik keluarganya saat ini terpaksa tidak bisa ditempati, karena sudah berdampingan dengan bekas galian tambang.

NYARIS- Rumah warga nyaris terkenal longsor akibat tambang. (foto: istimewa)
NYARIS- Rumah warga nyaris terkenal longsor akibat tambang. (foto: istimewa)

“Kami takut terjadi longsor sehingga terpaksa rumah tersebut kami tinggalkan, kata Sidik,” ujar Pujiarto.

Permasalahan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun terkesan tidak ada itikad penyelesaian dari pihak penambang.

“Mudah-mudahan dengan aksi ini segera ada solusi yang terbaik” pungkasnya.

Sementara sejauh ini, media berusaha melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan tambang maupun pemerintah daerah setempat, namun belum mendapatkan kontak untuk terhubung ke pihak terkait.(yon/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *