Warga Banjarmasin Kecewa Dengan Pelayanan Samsat, Mau Bayar Pajak Dilempar Seperti Bola Pingpong

Ahmad di Kediamannya Jalan Tembus Mantuil Banjarmasin, Selasa (6/6/2023). (Foto: Koranbanjar.net)
Ahmad di Kediamannya Jalan Tembus Mantuil Banjarmasin, Selasa (6/6/2023). (Foto: Koranbanjar.net)

Salah satu warga Kota Banjarmasin kecewa terhadap pelayanan Samsat atau UPPD baik di Samsat Banjarmasin 1 maupun Banjarmasin 2, pasalnya ketika ingin bayar pajak dilempar-lempar seperti bola pingpong.

BANJARMASIN, koranbanjar.netKepada media ini, Selasa (6/6/2023), Ahmad di kediamannya di Jalan Tembus Mantuil Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan menumpahkan kekecewaannya.

“Hari ini saya benar-benar kecewa dengan  pelayanan Samsat di Banjarmasin 1 dan 2, karena saya mau bayar pajak dilempar kesana kesini seperti bola pingpong,” ucapnya dengan nada kesal.

Diceritakannya, berawal dirinya ingin membayar pajak 5 tahun sekaligus yang tahunan sepeda motor miliknya di Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) atau Samsat Banjarmasin 2 di Jalan Hasan Basri Kayu Tangi  Banjarmasin.

Setelah semua persyaratan sudah dilengkapi dan formulir sudah dibayar. Setelah itu petugas loket di Samsat 2 menyuruh Ahmad mencetak STNK di Samsat Banjarmasin 1.

Setelah sampai di Samsat Banjarmasin 1 dan memasukan formulir, tiba-tiba petugas loket pendaftaran menolak formulir Samsat Banjarmasin 2, dan mengatakan tidak berlaku disuruh beli lagi formulir baru.

“Kita sebagai warga masyarakat biasa ini sangat keberatan, kita dibikin kaya bola, jujur saja sangat tidak puas dan bikin kecewa atas pelayanan Samsat seperti itu,” ungkapnya.

Sementara kata Ahmad, dirinya sebagai warga negara Indonesia berusaha taat bayar pajak, namun di satu sisi aparatur negara yang menjalankan aturan tersebut ternyata tidak optimal menyampaikan kepada masyarakat.

“Kadang mereka tahu namun pura-pura tidak tahu, contohnya formulir itu. Kalau tahu tidak berlaku di Samsat Banjarmasin 1 mengapa dikeluarkan oleh Samsat Banjarmasin 2,” ucapnya lagi masih dengan suara kesal.

Padahal sambung Ahmad, antara Samsat Banjarmasin 1 dan Banjarmasin 2 masih dalam satu wilayah, yakni sama-sama berada di Kota Banjarmasin.

Selain rugi waktu, kata Ahmad juga buang  tenaga cukup .melelahkan. Sebabnya jarak antara Samsat Banjarmasin 1 dan Banjarmasin 2 cukup jauh.

Belum lagi dirinya sebagai pekerja swasta, sudah tentu satu hari libur maka akan dipotong gajinya.

“Beda dengan mereka ASN, pegawai pemerintah walau tidak turun kerja tetap dibayar,” ujarnya.

Hingga hari ini, Ahmad sudah dua hari dari Senin meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan swasta, hanya untuk keperluan mengurus syarat  dan perlengkapan untuk pembayaran pajak sepeda motor miliknya.

“Karena ini belum selesai karena adanya masalah tadi, besok mengurus lagi jadinya tiga hari kita libur meninggalkan pekerjaan, orang swasta itu satu hari aja tidak bekerja rugi besar,” terangnya.

“Saya berharap kepada pemerintah setempat agar sering-sering melihat kinerja jajarannya agar juga tidak terjadi kepada masyarakat lainnya,”

Kepala UPPD/Samsat Banjarmasin 1, Anni Hanisyah ketika dimintai tanggapan melalui via WhatsApp malam pukul 21.58 Wita belum memberikan respon.

(yon/rth)

Respon (14)

  1. Bapak tidak paham, maksudnya bapak di suruh urus lewat orang lain, atau calo yang sudah bekerja sama dengan mereka. Lihat saja orang orang di sekitar samsat 1 dan 2, perhatikan mereka bukan pegawai samsat, tapi setiap hari dia berapa di situ dan mengurus bebrapa urusan terkait pajak kendaraan. dan semuanya lancar tanpa kendala.

  2. Ya begitulah pelayanan,orang niat mau bayar malah dipersulit, coba dipermudah dan bikin inovasi,kalau bisa cukup bayar online seperti bayar PDAM atau PLN. Ga usah peduli 5 tahun atau 1 tahun.

  3. Ulun prasangka baik ja, buhannya kd handak mempersulit, kalu pian paham buhannya selalu ingin mempermudah, pian minta urusakan lwn antek2 buhannya nang banyak di seputaran lokasi, pasti kdd data pian nang kurang, kdd formulir nang salah, semua langkap tupang, tang hadapi ja, pian tinggal duduk ja main hape, kd lawas tuntung am surat2 pian. Yuhaaa..

  4. Itulah pentingnya penempatan dan pengembangan personil secara tepat sesuai kompetensinya, the right man on the right place, dari level pelaksana apalagi pejabat.

  5. Bapak secara halus d srh minta urus sm org atau calo biar ada jg dpt luaran petugas samsatx ,selogan jangan lwt calo drpd aza. Kt mau urus sendiri d persulit

  6. Samsat Kayu Tangi memang begitu, oknum ASN yg suka bermain, tolong mutasi,, tukang gesek dan cetak plat jg,, ganti semuanya

  7. Sama diKota bandungpun juga demikian malah terkesan lebih baik lewat calo atau biro jasa lebih praktis tdk usah pakai apa yg penting tau beres.
    Makanya banyak kendaraan skrg ini tdk bayar pajak kendaraan karena ulah petugas di Samsat itu sendiri, jadi jgn salahkan kami kalau pajak kendaraan kami tdk membayar pajak.

  8. Pian mun maurus sesuai prosudur pasti di lilit buhanya,,coba lewat calo buhanya pasti lancar,,sdh mandarah daging mang ai,,kd kawa di lawam wadah kita ni,,dari atas sampai bawah sdh saling main mata buhanya tu,,,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *