Tugasnya Sebagai Wakil Rakyat Segera Berakhir, Aspirasi Yang Diperjuangkan Kini Tinggal Catatan Kusam

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2019-2024, Iskandar Zulkarnain. (Foto: Leon/Koranbanjar.net)
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2019-2024, Iskandar Zulkarnain. (Foto: Leon/Koranbanjar.net)

Tugasnya sebagai seorang wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan periode 2019-2024 segera berakhir. Aspirasi masyarakat yang diperjuangkan oleh Iskandar Zulkarnain selama ini kini hanya tinggal kenangan.

BANJARMASIN, koranbanjar.net Iskandar Zulkarnain anggota legislatif Kalsel dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kepada koranbanjar.net, Rabu (19/6/2024) di Banjarmasin mengungkapkan tentang aspirasi atau usulan masyarakat, khususnya di wilayah dapilnya, Tanah Bumbu dan Kotabaru, yang diperjuangkannya selama ini tak satupun terealisasi.

“Hampir semua aspirasi yang tertuang melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) atau langsung kita yang bawa proposalnya, hingga saat ini tidak pernah terealisasi,” ungkap Iskandar Zulkarnain.

Bahkan pernah dijanjikan oleh pengusul bahwa Pokir itu nantinya pasti direalisasi, namun kenyataannya kata Iskandar, sampai menjelang masa jabatannya berakhir belum juga dikabulkan.

“Kenyataannya sampai sekarang tidak ada, ada juga yang kadang-kadang hilang,” ujarnya dengan rasa kecewa.

Ke depannya, Iskandar menginginkan supaya jangan lagi terjadi seperti ini. Mengapa demikian, karena anggota DPRD itu sebagai wakil rakyat, tentu memperjuangkan kepentingan rakyat khususnya di daerah pemilihannya (dapil).

Jikalau aspirasi tersebut sudah disampaikan oleh masyarakat baik melalui reses, sosper maupun wasbang, ketika usulan ini sudah berbentuk pokir, maka mereka sangat berharap usulan atau keinginannya dapat terealisasi melalui perjuangan wakil rakyat yang mereka pilih.

“Kalau tidak terkabul pasti kan mereka sangat kecewa dengan anggota DPRD yang sudah mereka pilih sebagai wakil mereka di badan legislatif ini,” sebutnya.

Lanjut dikatakannya, wajar saja masyarakat kecewa dikarenakan setiap pertemuan atau reses dimana dalam setahun 3 kali anggota DPRD Kalsel melaksanakan reses. Setiap kali bertemu masyarakat penyampai aspirasi selalu bertanya.

“Pak, kok reses lagi, sosper lagi, ini sudah setahun usulan kami yang terdahulu aja sampai saat ini belum direalisasi. Itu selalu ditanyakan setiap melakukan pertemuan dengan masyarakat di dapil kita,” akunya dengan raut wajah sedih.

Kalau usulan menjadi pokir, maka semata-mata untuk kepentingan masyarakat itu sendiri dan bisa dinikmati semua masyarakatnya.

Untuk itu dirinya meminta kerjasama yang baik antara Pemerintah Provinsi Kalsel dengan DPRD Kalsel terkait pokir ini demi kepentingan bersama.

Dirinya mengingatkan jangan sampai seperti anggota DPRD Kalsel periode 2019-2024. Sebagai anggota dewan ketika turun ke lapangan selalu ditanya oleh masyarakat di dapilnya.

“Kita jadi malu ditanya terus setiap kali pertemuan, Pak kapan direalisasi usulan kami, pokirnya, tahu-tahu kan tidak direalisasi, padahal kita sudah sering mengusulkan dan memperjuangkan,” keluhnya.

Hal paling urgent yang selama ini diperjuangkannya untuk masyarakat khususnya di wilayah dapilnya adalah terkait sulitnya mendapatkan air bersih, apalagi saat memasuki musim kemarau, dan permasalahan jalan atau infrastruktur.

“Khususnya di wilayah pesisir Kotabaru. Masyarakat di sana sangat membutuhkan air bersih setiap hari. Rata-rata pekerjaan mereka nelayan, untuk mendapatkan air bersih mereka harus membeli satu jerigen itu harganya sangat mahal,” bebernya.

Kemudian mengenai infrastruktur jalan, selain nelayan, masyarakat pesisir juga ada yang berkebun sawit. Sementara akses jalan perkebunan apabila terkena air hujan jalannya sangat becek dan berlumpur.

“Kedua persoalan ini sudah sering saya usulkan dan perjuangkan namun satu pun tak pernah direalisasi,” ucapnya seraya berharap sebelum masa tugasnya berakhir pokir-pokir terkait dua persoalan tadi dapat direalisasi dan tidak menjadi catatan kusam yang tak dihiraukan. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *