Terima Mobil Penyapu Jalan, Kadis LH Janji Tidak PHK Petugas Kebersihan

oleh -170 views
Melihat kecanggihan mobil penyapu jalan, Senin (7/1). (Foto: mj-032/koranbanjar.net)

MARTAPURA, KORANBANJAR.NET – Bupati Banjar, Khalilurrahman, menyerahkan mobil penyapu jalan (road sweeper car) kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, Senin (7/1/2019), di halaman Kantor Bupati Banjar, usai apel gabungan lingkup Pemkab Banjar.

Mobil penyapu jalan ini merupakan hadiah Adipura tingkat Provinsi Kalsel tahun 2018, yang diserahkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, kepada Bupati Khalilurrahman, di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (20/12/2018) lalu.

“Setelah melihat kecanggihan mobil ini di pabriknya, di Tanggerang, saya langsung meminta kepada Gubernur Kalsel,” ujar Bupati Khalilurrahman kepada wartawan.

Bupati Khalilurrahman berharap, kehadiran mobil penyapu jalan ini dapat membuat Kabupaten Banjar menjadi lebih bersih dan mampu mempertahankan penghargaan Adipura selanjutnya.

Sementara Kepala DLH Kabupaten Banjar, Boyke Wahyu Triestiyanto, mengatakan, pengguanaan mobil penyapu ini akan difokuskan untuk membersihkan jalan raya.

“Karena jika jalan raya pembersihannya dilaksanakan oleh manusia, maka ada banyak kendala dan bahaya seperti kecelakaan, namun kendala itu dapat teratasi dengan adanya mobil ini,” katanya.

Dengan adanya mobil penyapu tersebut, Boyke berjanji tidak akan memberhentikan para petugas kebersihan.

“Tidak ada SDM (sumber daya manusia) yang diberhentikan karena adanya mobil tersebut, yang ada hanya pemindahan tugas dan tempatnya saja, seperti taman dan jalan yang bukan jalan raya,” tegasnya.

Mengenai biaya pemeliharaan mobil penyapu tersebut, ia menjelaskan, untuk tahun ini biaya pengoperasiannya hanya untuk bahan bakar saja.

“Karena untuk pemeliharaannya tahun ini masih gratis karena ditanggung pabrik, sehingga kita hanya perlu menyiapkan penganggaran untuk biaya perawatan di tahun depan saja,” jelasnya.

Saat ditanya apakah di tahun selanjutnya ada penambahan mobil penyapu, Boyke menjawab, pihaknya tidak menganggarkan mobil penyapu mengingat harganya yang mahal.

“Untuk penambahan mobil penyapu jalan, kami tidak menganggarkan karena harganya yang mahal, yakni sekitar 3 sampai 4 miliar. Cuma yang akan kami anggarkan adalah truk sampah dan kontainer serta alat berat lainnya,” terang Boyke. (mj-032/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan