Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Said Idrus Awasi Tera Ulang di Pasar Niaga Martapura

  • Bagikan
Wabup Banjar Said Idrus Al Habsyie mengawasi tera ulang timbangan emas di Pasar Niaga Martapura, Kamis (18/11/2021). (Sumber Foto: Kominfo Banjar/koranbanjar.net)

Pelaksanaan tera ulang di Pasar Niaga kawasan Pasar Martapura mendapatan perhatian dari Wabup Banjar Said Idrus Al Habsyie, denagn awasi langsung kegiatannya, Kamis (18/11/2021).

BANJAR,koranbanjar.net – Dikatakan orang nomor dua Pemkab Banjar ini, tera ulang memang harus dilakukan, baik terhadap timbangan emas, dacing atau sejenisnya.

Ini dilakukan agar keakuratan timbangan tetap terjaga, dan tidak ada pihak yang dirugikan baik pedagang maupun pembeli.

Hal itu diungkapkan Wabup Banjar Said Idrus Al Habsyie, saat memantau dan mengawasi kegiatan tera ulang yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banjar kerjasama PD Pasar Bauntung Batuah (PBB).

“ Kegiatan tera ulang hari ini merupakan triwulan ke 4 dihari terakhir tahun 2021, setelah digelar di tempat sama pada Rabu (17/11/2021) kemarin, dengan target 100 timbangan emas,” ujarnya.

Di tempat sama, Kepala Disperindag Banjar I Made Suryawati mengatakan, tera ulang yang dilakukan pihaknya hari ini fokus pada timbangan emas, guna meminimalisir adanya kecurangan dalam transaksi jual beli.

“ Alhamdulillah pantauan dengan Wakil Bupati tadi hasil pantauannya memang rata-rata sudah ada yang bagus akurat, tapi ada juga masih selisih sedikit,” ungkapnya.

Meskipun selisih sedikit, pihaknya tetap harus melakukan pembetulan agar benar-benar akurat.

Kalau timbangan emas selisih sedikit pasti berdampak, selisih setengah gram saja bisa merugikan. Sekarang harga emas Rp900.000,- setengah gramnya Rp450.000,- ini kerugian yang akan dialami oleh pembeli maupun pedagang.

Dirinya juga memastikan temuan selisih tersebut segera dibetulkan oleh petugas agar keakuratannya terjaga dan tidak merugikan.

Made menambahkan, dari target 100 timbangan emas, dipastikan akan tercapai pada hari ini, mengingat pada 23 – 26 November mendatang, Kabupaten banjar akan kedatangan tim ukur pasar untuk melakukan penilaian dari Kementerian Perdaganan RI. (kominfobanjar/dya)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *