Ratusan Pelajar Lawatan Sejarah Dan Budaya Di Martapura

oleh -222 views
Ratusan Pelajar Lawatan Sejarah Dan Budaya Di Martapura
Gusti Rendy Firmansyah (kanan) mendampingi para pelajar ziarah di makam Pangeran Kusuma Giri bin Pangeran Jaya Sumitra di Martapura. (Foto: dya/koranbanjar.net)

MARTAPURA,koranbanjar.net – Ratusan pelajar melakukan lawatan sejarah dan budaya di Kota Martapura, Selasa (15/10/2019).

Para pelajar dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Barito Kuala ini antara lain mengunjungi Masjid Agung Al Karomah, dan berziarah ke makam Pangeran Kusuma Giri bin Pangeran Jaya Sumitra, Raja Pulau Laut I.

Dua unit bus membawa rombongan terlebih dahulu ke masjid bersejarah, sekitar pukul 10.00 Wita.

Selanjutnya, selesai berkunjung ke masjid yang berdiri tahun 1897, lantas berjalan kaki menuju makam Pangeran Kusuma Giri di Pasayangan Martapura. Satu lingkup dengan makam Sultan Muda Abdurrahman bin Sultan Adam Al Wasiqubillah.

Ziarah di makam Pangeran Kusuma Giri bin Pangeran Jaya Sumitra (Raja Pulau Laut I/Raja Kusan IV) bin Pangeran Haji Musa, dipimpin juriatnya sekaligus Ketua Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) Gusti Rendy Firmansyah bin H Gusti Pangeran Chairiansjah.

Seusai berziarah dalam lawatan sejarah 2019 bertema Resistensi Kerajaan Pulau Laut Terhadap Kolonial Belanda di Mata Generasi Muda, ratusan pelajar ini diberikan pelajaran sejarah dan adat budaya Banjar, tentang silsilah masa lalu berdirinya kerajaan-kerajaan di Kalimantan Selatan, Termasuk Kerajaan Pulau Laut yang masih ada hubungannya dengan Kerajaan Banjar.

Pemateri sejarah, Mansyur SPd MHum dari Universitas Lambung Mangkurat memaparkan, Pangeran Kesuma Giri pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Margasari di tahun 1877.

Wilayahnya meliputi afdeeling Martapoera, Residentie Zuideren Oosterafdeeling van Borneo.

Kemudian Jabatan Djaksa Landraap Martapoera dipegang sejak tahun 1895, Pangeran Kesuma Giri menjadi Djaksa Landraad Martapoera. Dalam register Almanak Prijai 1897  tertulis nama Djaksa Pangeran Koesoemo Giri, sejak tanggal 7 Juli 1890.

Kusuma Giri diperkirakan menjabat jaksa sekitar 24 tahun karena dalam sumber berikutnya tahun 1911-1914 sudah berganti dengan nama Goesti Oemar bin Pangeran Bachmat.

Di tempat yang sama, Gusti Rendy Firmansyah mengutarakan, antara Kerajaan Pulau Laut di Kotabaru ada keterkaitan dengan Kerajaan/Kesultanan Banjar di Martapura. Selain Raja Pulau Laut masih juriat dari Kerajaan Banjar, punya hubungan kekerabatan keluarga dengan Sultan Sulaiman.

“Hal ini ditambah Pangeran Kesuma Giri berbesan dengan Sultan Adam Al Watsiqubillah,” katanya.

Lawatan sejarah tersebut merupakan rangkaian kegiatan Bantuan Event Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Sejarah dan LAKPL. Juga terlaksana seminar sejarah dan budaya, lomba penulisan artikel sejarah Kerajaan Pulau Laut. (dya)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan