Berikut penjelasan Ahli Kontruksi Fakultas Teknik Unlam, Akbar Rahman menilai penyebab ambruknya toko retail modern Alfamart berlantai tiga di Jalan Ahmad Yani KM 14, Gambut Kabupaten Banjar.
BANJARMASIN, koranbanjar.net – Dalam analisanya lewat media ini, Selasa(19/4/2022) di Banjarmasin, Akbar menerangkan, pertama jika bangunan itu usiannya baru berkisar sepuluh tahun lebih masih sangat muda.
Dalam Standar Nasional Indonesia(SNI), baik dari sisi kontruksi maupun strukturnya, fungsi bangunan itu bisa digunakan sampai lima puluh tahun.
“Jadi kalau usianya masih muda, robohnya banguanan itu berarti ada permasalahan dari segi kontruksinya, dalam usia sepuluh tahun bangunan tersebut harusnya masih kokoh,” ujarnya.
Mengenai kualitas bangunan, lanjut dipaparkannya, pemerintah saat ini betul-betul memperhatikan dari berbagai macam hal, mulai dari spesifikasi, tenaga ahli bangunan, sudah ada undang-undang baik untuk insinyur maupun arsitek sudah dijaga dalam bentuk regulasi.
Kemudian,pengelolaan terkait perijinan pembangunan gedung, dahulunya IMB sekarang Persetujuan Bangunan Gedung(PBG).
“Maka dalam proses PBG, harus ditangani tenaga ahli untuk mereviewnya, yang bersertifikat termasuk pengusul perencanaan dari tenaga ahli yang memiliki sertifikat,” terangnya.
Menurutnya, dalam tiga tahun belakangan ini, mulai terus ditingkatkan regulasi maupun pengelolaannya. Namun permasalahannya, selama ini yang terjadi bangunan ruko baik di Banjarmasin maupun Kabupaten Banjar rata-rata di atas lima tahun.
“Pada proses awalnya kurang terseleksi atau kurang terkontrol untuk kualitas bangunan, jadi ini salah satu penyebabnya mengapa kualitas bangunan itu tidak bagus,” jelasnya.
Kemungkinan lainnya mengapa bangunan Alfamart pertama berdiri di wilayah Gambut ini bisa runtuh, bisa jadi saat perencanaan sudah bagus, namun pada pelaksanaannya berubah karena tidak diawasi dengan baik.
“Termasuk tenaga yang digunakan tidak terampil juga yang menyebabkan kualitas bangunan itu tidak mantap,” tuturmya.
Selain itu, adanya perubahan fungsi bangunan dimungkinkan akibat renovasi dari pemilik bangunan, misal beton yang meningkat, inilah yang akan menyebabkan kegagalan pada bangunan.
“Jadi banyak faktor yang menyebabkan ambruknya bangunan Alfamart itu, pertama mulai dari proses awal perencanaan kemudian pelaksanaan, dan proses penggunaan atau difungsikan gedung itu,”
Ditanya mengapa bisa berlangsung sekejap robohnya bangunan yang menelan belasan korban itu, Akbar berpendapat hal itu bagian dari multiple efek kegagalan sebuah bangunan.
Setiap struktur bangunan memiliki peran masing-masing, ketika satu bagian tidak berfungsi maka akan mempengaruhi bagian lain. Misal, satu tiang tidak lagi berfungsi menyalurkan beban, maka akan berpindah ke tiang lain.
“Sementara tiang lainnya sudah overload semua, nah ketika semua sudah overload maka kegagalan terjadi secara multiple efek tadi,” demikian dijelaskan Akbar Rahman.
(yon/slv)