Partisipasi Haul Abah Guru Sekumpul, Pengalaman Berkesan Letkol Siswo

  • Bagikan
Bupati Banjar H Khalilurrahman (kiri) bersama Letkol arm Siswo Budiarto (dua kiri) (Foto: Kominfo Kabupaten Banjar).
Bupati Banjar H Khalilurrahman (kiri) bersama Letkol arm Siswo Budiarto (dua kiri) (Foto: Kominfo Kabupaten Banjar).

Diantara 14 kali penugasan saat menjadi Dandim 1006 Martapura, ada satu pengalaman berkesan bagi Letkol arm Siswo Budiarto. Ialah, partisipasi haul abah Guru Sekumpul (KH M Zaini Ghani).

BANJAR,koranbanjar.net – Ketika sampaikan sambutan pada malam pengantar tugas dan pisah sambut Komandan Kodim 1006 Martapura, pekan lalu di Mahligai Sultan Adam Martapura.

Terungkap segala kenangan Letkol arm Siswo Budiarto selama bertugas dua tahun dua bulan di distrik militer mewilayahi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Sebelum sampaikan sambutan, diawali penayangan video berdurasi pendek kegiatan Letkol Arm Siswo Budiarto selama menjabat sebagai Komandan Kodim 1006 Martapura.

Siswo Budiarto mengatakan, dirinya sudah dua tahun dua bulan lamanya mengabdi guna membantu masyarakat Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru untuk kemajuan bersama.

Hidup dan mati dipertaruhkan dengan total 14 penugasan. Diantaranya pengamanan kedatangan presiden RI empat kali, pengawalan pelaksanaan pemilu, penanggulangan karhutla, penanganan covid-19, TMMD hingga musibah banjir.

Namun, pengalaman yang tak terlupakan dalam hidup adalah ikut berpartisipasi dua kali dalam pelaksanaan peringatan Haul KH Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.

“Dua kali momen haul Abah Guru Sekumpul yang tak bisa saya lupakan, ” kata Siswo yang kini punya tugas baru sebagai Kepala Departemen Taktik Pusdik Armed di Cimahi, Bandung, Jawa Barat.

Menurut Siswo, setiap kali mendapatkan kendala dalam membantu pemerintah daerah atau membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan, dirinya pasti melaksanakan ibadah ke Musala Ar raudah Sekumpul.

Karena menurutnya, disana dirinya bisa mendapatkan kedamaian dan ketenangan.

“Tempat itulah untuk mencari inspirasi berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta. Itulah rahasia saya selama 2 tahun 2 bulan di sini, kadang-kadang jam 11 malam naik sepeda, atau jalan kaki, paling imam musala atau relawan di sana yang tahu, Insya Allah saya akan ke sini lagi,” ungkapnya.

Siswo juga mengakui bahwa selama bertugas, dirinya banyak melakukan kesalahan dan meminta maaf atas semuanya.

“Mohon ampun dan maaf, kami sadar selama menjalankan tugas banyak salah, baik ucapan maupun perbuatan yang pasti menyinggung perasaan, mohon maafkan kami,” katanya.

Jiwa dan semangat, sambung dia, masih ada di tanah kelahiran Kalimantan Selatan.

“Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kami jika terjadi permasalahan di Kabupaten Banjar,” ujarnya. (kominfobanjar/dya)

NEWS STORY
  • Bagikan