Baznas

Nasib Pengelola Warung Makan di Tengah PPKM Batola, Jualan Sepi, Bantuan Tidak Ada

  • Bagikan
Warung ini jadi sepi sejak pemberlakuan PPKM Level 4 di Batola.
Warung ini jadi sepi sejak pemberlakuan PPKM Level 4 di Batola.

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Salah satu dampaknya dirasakan para pengelola warung makan, jualan sangat sepi, bantuan pun tidak ada.

MARABAHAN, koranbanjar.net – PPKM  Level 4 di Kabupaten Batola berdampak terhadap aktivitas warga, terutama bagi pedagang warung makan dan lainya. Karena ada peraturan khusus yang diberlakukan yakni, jam operasi dibatasi, pembeli tidak boleh makan di tempat, melainkan hanya take away.

Salah satu pemilik warung makan di Marabahan, Siti Zainab (40) mengatakan, sejak diberlakukan PPKM, pembeli makanan menurun drastic. “Kalau diibaratkan kata rugi banyak, kadang ada dan kadang perhari tidak ada sama sekali pembeli,” katanya, Kamis (12/08/2021).

BACA:  Jalan Menuju Sekolah di Desa Sawahan Batola Rusak Parah

Sejak PPKM diberlakukan, biasanya dia disuruh tutup pukul 21.00 WITA. Kalau masih ada yang buka tidak boleh makan di tempat.

“Seharusnya dengan diadakannya PPKM ini, pemerintah juga mengasih bantuan kepada masyarakat. Saya sering ikut mengajukan permohonan bantuan yang harus ngirim KTP dan lainnya, tapi sampai sekarang juga masih belum dapat bantuan,” ucapnya.

Dengan pemberlakuan jam operasional ini, sangat berdampak terhadap jualannya. Dia sering banyak membeli bahan, sehingga terbuang sia-sia.(mj-39/sir)

(Visited 3 times, 1 visits today)
  • Bagikan
(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *