Muara Sungai Ditutup, Warga 2 Desa Keberatan

MARTAPURA,KORANBANJAR.NET- Masyarakat Desa Pekauman Dalam dan Desa Keramat Baru, berbondong-bondong membongkar  urukan (tabat) yang menutup muara sungai kerta suta, Martapura Timur, Kamis (04/10/2018) malam sekitar pukul 21.30 wita.

Hal itu dikarenakan akibat ditutupnya muara sungai itu membuat sungai kertas suta menjadi kering, sehingga masyrakat merasa terganggu dengan aroma tak sedap.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya, kalau muara sungai itu mau ditutup. Sudah 6 hari kita lihatkan, ternyata tidak dibuka juga, oleh karena itu masyarakat berinisiatif membongkar urukan itu,”ujar warga Pekauman Dalam, Misran.

Hal senada juga diutarakan warga Desa Keramat Baru, Ismail. Menurutnya, dengan ditutupnya sungai itu, sehingga sungai kering dan mengeluarkan aroma tak sedap.

BONGKAR - Warga melakukan pembongkaran.
BONGKAR – Warga melakukan pembongkaran.

“Baunya itu sangat tidak enak, bahkan saat makan di rumah kami harus pakai kipas angin, supaya aromanya tidak tercium,”tuturnya.

Dia juga mengakui, tidak ada pemeberitahuan sebelumnya, dan hal itu sangat disayangkan.

“Sungai itu mengaliri dua desa, dan kalau ditutup tentu dampaknya sangat dirasakan masyarakat dua desa. Dan tidak ada pemeberitahuan sebelumnya,”ujarnya

Sementara Kepala Desa Pekauman Dalam, Abdul Qadir Zailani saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui bahwa sungai itu akan ditutup, dan sebelum melakukan penutupan pihak terkait tak permah memberikan pemberitahuan.

“Yang kita tahu, di sana lagi ada pengerjaan optimalisasi lahan pertanian, dan mengenai muara sungai ditutup kita baru mengetahui dari warga, sementara dari kontraktor tidak pernah memberikan pemberitahuan,” ucapnya.

Ketidaktahuan itu juga diakui Kepala Desa Keramat Baru, Muslim. Dia tidak pernah menerima surat pemberitahuan bahwa muara sungai itu akan ditutup.

“Kita juga bingung, kenapa sungai itu ditutup. Dan saya tidak ada menerima pemberitahuan sebelumnya,”kata dia.

Sementara pembongkaran urukan yang menutup muara sungai kerta suta itu dilakukan warga dengan alat sederhana, mereka secara bersama-sama membuka urukan agar air kembali mengalir ke sungai kerta suta.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Banjar, M Hilman menuturkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait. dan rencananya melakukan rapat pada Senin mendatang terkait bagaimana solusinya.

“Kita akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait, karena kita juga belum mengetahui tujuan ditutupnya muara sungai itu, apakah teknis pekerjaan di lapangan atau gimana, Senin nanti kita akan lakukan rapat,” ujarnya.(sai/sir)