Kantor Imigrasi

Motif Pembunuhan di Mataraman Masih Teka-teki, Pelaku Dikenal Pendiam

  • Bagikan
Korban, H Arbain saat mau dirujuk dari RS Pelita Insani menuju RS Sari Mulia Banjarmasin. (foto: air)
Korban, H Arbain saat mau dirujuk dari RS Pelita Insani menuju RS Sari Mulia Banjarmasin. (foto: air)

Motif pembunuhan di Desa Jeranih RT 4, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar, Kalsel masih teka-teki. Bahkan pelaku pembunuhan, Abdul Warsiman dikenal warga setempat sebagai orang yang pendiam.

BANJAR, koranbanjar.net – Keponakan salah satu korban Sukarman (66), yang menjadi korban keganasan pelaku, Abdul Warsiman mengungkapkan, antara pelaku dan korban sebetulnya memiliki hubungan yang baik-baik saja. Apalagi keduanya merupakan tetangga sebelah rumah. Buhan hanya itu, pelaku dikenal orang yang pendiam.

Saat peristiwa berdarah itu terjadi,  keponakan korban bernama Dahyan kepada koranbanjar.net, Rabu (13/10/2021) malam mengaku sempat mendengar suara ribut.

“Medengar suara ribut-ribut awalnya, saya posisi tidak melihat persis waktu kejadian,” ujar Dahyan.

Diterangkan, pelaku ini orang pendiam di kampung. Profesinya sehari-hari, biasanya mencari kayu. “Pendiam orangnya,” ucapnya.

Menurut dia, antara pelaku dan korban lainnya tidak ada masalah apapun. “Tidak pernah terjadi masalah sama siapapun,” ungkapnya.

Sementara itu, korban Sukarman, berprofesi sebagai buruh harian lepas. Korban juga tak pernah memiliki persoalan dengan siapapun. “Tidak pernah ada sebelumnya masalah dengan siapapun,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, motif peristiwa ini masih menjadi teka-teki bagi warga setempat. Karena kejadian sangat cepat, tiba-tiba pelaku melakukan penyerangan terhadap korban.

Diketahui, peristiwa berdarah ini terjadi di Desa Jeranih RT 4 Kecamatan Mataraman, pada Rabu (13/10/2021) malam.

Atas kejadian ini, ada 3 orang yang menjadi korban, yakni Sukarman (66) meninggal saat menuju rumah sakit karena luka yang sangat parah. Lalu, H. Arbain (67) yang mengalami luka parah dan harus dirujuk ke RS Sari Mulia Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut. Berikutnya, bocah berusia 16 tahun, Adit masih dirawat karena juga mengalami luka parah. (maf/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *