Mitigasi Banjir, Pemko Akan Bangun Embung Dengan Lahan 120 Ha  

  • Bagikan
Walikota Banjarbaru, HM. Aditya Mufti Ariffin. (foto:ari)

Persoalan banjir menjadi hal serius di Banjarbaru. Karenanya, Pemerintah Kota Banjarbaru merencanakan pembangunan embung besar dengan total luas lahan kurang lebih 120 hektare yang akan terkoneksi di Banjarbaru.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Awal tahun tadi, sebagian wilayah di Banjarbaru terendam banjir. Wilayah terparah yang terdampak di Kecamatan Cempaka dan juga sebagian di wilayah Liang Anggang.

Tidak mau terulang lagi, Pemerintah Kota mengambil langkah serius untuk mitigasi banjir. Dengan menggandeng PT Galuh Cempaka, kurang lebih 120 ha disiapkan untuk membuat embung besar.

Hal itu sebelumnya pernah dibahas saat audensi Walikota Banjarbaru, HM.Aditya Mufti Ariffin bersama jajaran dengan PT Galuh Cempaka.

Kamis (8/4/2021), Walikota Banjarbaru bersama dengan tim mitigasi banjir yang dileadingsektori Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup Banjarbaru, meninjau beberapa eks lahan galian PT Galuh Cempaka dan beberapa danau.

“Kita lakukan peninjauan dan meminta data-data terkait area tamang yang sudah direklamasi dan danau-danau bekas tambang,” ucapnya kepada koranbanjar.net.

Upaya mitigasi banjir akan menggunakan kurang lebih 120 ha dari tiga titik eks lahan gali PT Galuh Cempaka. Tiga titik tersebut yakni Danau Galuh Cempaka, Danau Cermin dan area aliran Danau Seran.

“Malah sampai empat titik kemungkinan, danau kecil-kecil kita minta juga untuk digabung jadi satu. Kita minta juga buat kanal antar danau dan embung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Teknik Amin Sitepuh menjelaskan, lahan yang nantinya dijadikan embung bervariatif.

“Satu embung ukurannya kurang lebih 40 ha, jadi ada tiga diperkirakan 120 ha totalnya,” jelasnya.

Pihaknya juga mengaku akan siap membantu pembuatan embung besar. Dari lahan yang sudah siapkan, dan kemungkinan dari bantuan lainnya.

“Kalau kami siap saja, tergantung dari Pemkonya nanti saran dan masukannya gimana. Yang pasti butuh waktu untuk memperbesar dan sebagiannya tergantung dari rona akhir di embung,” ungkapnya.

Untuk saat ini luas wilayah yang sudah direklamasi hampir 300 ha dari 390 ha yang dibuka.(maf/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *