Miris, Sekitar 20 Tahun Jembatan Mantuil Luput Perhatian Pemerintah, Ketua RT Beber Perbaikan Tempat Lain

  • Bagikan
Jembatan kayu di pinggiran Kota Banjarmasin yakni, di Antasan Bondan Kelurahan Mantuil Permai, Kota Banjarmasin. (foto/yon/koranbanjar.net)
Jembatan kayu di pinggiran Kota Banjarmasin yakni, di Antasan Bondan Kelurahan Mantuil Permai, Kota Banjarmasin. (foto/yon/koranbanjar.net)

Sungguh miris, jembatan kayu di pinggiran Kota Banjarmasin yakni, di Antasan Bondan Kelurahan Mantuil Permai, kurang lebih 20 tahun tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Semakin tahun kondisinya semakin memprihatinkan, selain papan lantainya banyak yang karena lapuk, juga kerap mengakibatkan kecelakaan.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Ketua RT 17 Kelurahan Mantuil Permai, Rahimah saat dimintai keterangan media ini mengatakan, akibat lantai banyak berlobang disebabkan banyak patah, pernah seorang anak kecil terjatuh dan meninggal dunia.

“Sekitar 3 tahun silam, seorang anak kecil jatuh di antara lubang-lubang papan jembatan, sampai akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.

Sudah 20 tahun ini, lanjut Rahimah, jembatan yang berada di atas sungai kecil di kawasan pemukiman warga yang berjumlah kurang lebih 300 KK itu diusulkan untuk perbaikan.

“Dari pengusulan di musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) di kelurahan dan kecamatan hingga ke Pemkot Banjarmasin, tapi belum ada respon sampai sekarang,” katanya.

BACA JUGA ; Sempat Terhambat Kasus Korupsi, PUPR Tapin Berencana Perbaiki Siring Sungai Jembatan Hantalaut

Ia bercerita selama ini, warga yang bermukim di Jalan Antasan Bondan, Teluk Mendung, hanya bisa memperbaiki dengan dana swadaya masyarakat.

“Ya, hanya tambal sulam. Ada kayu yang lapuk diganti dengan yang baru. Tapi, itu tidak kuat selamanya, karena bukan kayu ulin atau beton seperti di tempat lain,” tutur Rahimah.

Menurut dia, karena titian jalan itu lapuk dan tidak berpagar, sudah menelan korban jiwa ketika sepeda motornya jatuh ke sungai.

BACA JUGA ; Ini Kata PUPR Tanbu Soal Penopang Sayap Jembatan Gunakan Galam

“Tentu kami tak ingin itu terjadi lagi. Padahal, di kawasan ini, ada ratusan jiwa yang bermukim,” ucapnya.

Bukan hanya soal lapuk, akses titian jalan itu pun gelap di malam hari, karena tidak adanya lampu penerangan jalan. “Sudah lama kami usulkan, tapi ya itu tadi, tidak ada respon,” sebutnya sekali lagi

“Sampai kapan ini dibiarkan, padahal dari media sosial hingga berita di media massa sudah mengabarkan kondisi yang kami alami puluhan tahun,” tambahnya.

Ironisnya, jembatan  kayu yang menjadi akses warga dalam kesehariannya menuju ke jalan besar, ternyata tak tersentuh pembangunan. Bandingkan dengan kawasan lain yang ada di Banjarmasin.

BACA JUGA ; Jembatan Sungai Salim Ditarget Rampung Pertengahan April

Dari rekam data bersumber dari LPSE Kota Banjarmasin, sejak tahun 2009-2020, banyak proyek peningkatan jalan titian perkampungan digelontorkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Jembatan kayu di pinggiran Kota Banjarmasin yakni, di Antasan Bondan Kelurahan Mantuil Permai, Kota Banjarmasin. (foto/yon/koranbanjar.net)
Jembatan kayu di pinggiran Kota Banjarmasin yakni, di Antasan Bondan Kelurahan Mantuil Permai, Kota Banjarmasin. (foto/yon/koranbanjar.net)

Sebut saja, jalan titian di kawasan kampung tradisional pinggir sungai Kelurahan Sungai Jingah dengan tender Rp1,7 miliar lebih. Adapula, rehabilitasi jalan dan titian ulin di Gang Rahmat, Komplek Halim dan RT 38 Kebun Bunga. Banjarmasin Timur bernilai Rp351,6 juta.

Kemudian, rehabilitasi Jalan Sutoyo S Gang Kiwi bernilai Rp388 juta. Adapula, rehabilitasi titian ulin dan jalan Gang Melati, Banjarmasin Tengah dengan nilai tender Rp441,6 juta.

BACA JUGA ; Terkini, Jembatan Banua Anyar Buka Tutup, Macet Sepanjang 1 Kilometer

Selain itu, rehabilitasi titian ulin Gang Simpang Penghulu bernilai Rp204,1 juta, telah selesai digarap. Proyek serupa di Gang Panorama senilai Rp165,7 juta, dan rehabilitasi titian ulin Gang Menara di Jalan Jafri Zamzam Rp157 juta, titian ulin di Jalan Batu Piring dan lainnya.(yon/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *