Meninggal Akibat COVID-19 Tembus 1.205 Orang, Pemerintah Akan Perpanjang PPKM?

  • Bagikan
Penggali kubur mengenakan alat pelindung diri (APD) mengubur peti mati saat kerabat berdiri di belakang pemakaman Muslim yang disediakan pemerintah untuk korban COVID-19, di Jakarta, 7 Juli 2021. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Penggali kubur mengenakan alat pelindung diri (APD) mengubur peti mati saat kerabat berdiri di belakang pemakaman Muslim yang disediakan pemerintah untuk korban COVID-19, di Jakarta, 7 Juli 2021. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, besar kemungkinan kebijakan pembatasan sosial terkait COVID-19 yang diberlakukan sejak 3 Juli lalu akan diperpanjang.

JAKARTA, koranbanjar.net – “Memang ini tidak mudah, ada beberapa opsi….besar kemungkinan kami akan memperpanjang (PPKM.red) karena saya kira tidak mungkin kita dapat menurunkan atau mengendalikan perebakan kasus akibat varian Delta dalam dua minggu. Tetapi kita lihat dulu apa yang terjadi.

Demikian diutarakan Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan menjawab pertanyaan VOA dalam konferensi pers Jumat sore (16/7/2021).

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali pada 3 – 20 Juli 2021 dengan sejumlah pedoman yang lebih ketat terkait mobilitas masyarakat guna menekan laju perebakan virus corona. Namun setelah dua minggu kebijakan ini tampaknya belum berhasil mencapai sasaran itu karena jumlah kasus baru dan orang yang meninggal setiap hari terus bertambah.

Sebanyak 1.205 Orang Meninggal, Tertinggi Sejak Maret 2020

Pada hari Jumat (16/7/2021) jumlah orang yang meninggal akibat COVID-19 di Indonesia, bahkan mencapai 1.205 orang atau yang tertinggi sejak pandemi ini merebak Maret 2020. Sementara jumlah kasus harian baru mencapai 54.000 kasus, atau yang tertinggi ketiga dalam tiga hari terakhir.

Kedua data ini menjadikan Indonesia kini memiliki kasus COVID-19 tertinggi di dunia, jauh melampaui Rusia, Meksiko dan bahkan India yang sebelumnya memiliki kasus tertinggi. Namun melihat kecepatan perebakan varian Delta, yang menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tujuh kali lebih cepat dibanding varian sebelumnya, maka tidak saja Indonesia yang kini dihadapkan dengan kasus harian baru dan kasus meninggal tertinggi, tetapi juga beberapa negara lain di Asia Tenggara, antara lain: Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Kamboja.

“Kita harus melihat kasus yang ada dari hari ke hari, karena varian Delta ini berbeda,” ujar Luhut, yang juga mencontohkan bagaimana Sydney, Australia yang sempat berharap akan dapat meredam kasus dalam tiga minggu, ternyata juga tidak berhasil melakukannya.

Menko PMK: Perpanjangan PPKM Sudah Diputuskan di Ratas

Secara terpisah di Yogyakarta, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan kebijakan PPKM Darurat di Jawa-Bali dipastikan diperpanjang hingga akhir Juli.

“Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti waktu saya di Sukoharjo sudah diputuskan bapak Presiden (PPKM Darurat.red) dilanjutkan sampai akhir Juli. Sampai akhir Juli PPKM,” kata Muhadjir ketika meninjau Hotel University Club UGM yang dijadikan tempat penampungan pasien virus corona.(voa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *