Menderita Sakit Menahun Kakek di Martapura Ulu Ini Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Evakuasi korban oleh EBR dan Polsek Martapura Timur, Minggu (19/5/2024). (Sumber Foto: Erick/koranbanjar.net)

Warga Desa Pekauman Ulu RT 04 Kecamatan Martapura Timur dikejutkan penemuan sesosok mayat yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap di dalam sebuah rumah, Sabtu (18/5/2024).

BANJAR, koranbanjar.net Kejadian diketahui dari pertama penemuan oleh saksi yang juga cucunya bernama M.Kholdani (32) , bahwa korban NS (46) sudah meninggal saat ia menengok korban ke rumahnya.

Sebelum korban meninggal,  Rabu (15/5/2024) pukul 22.00 Wita saksi sempat memberi nasi kepada korban, dan pagi saksi pergi ke luar daerah.

Namun, Jumat (17/5/2024) pagi ibu saksi mengantarkan makanan untuk korban saat diketok tidak ada jawaban.

Padahal diketahui korban jika tidak ada di rumah maka biasa keluar mencari makan di warung.

Sampai hari Sabtu (18/5/2024)pagi saksi datang dari perjalanan, ibu saksi menyuruh saksi untuk melihat korban.

Saksi segera mendatangi rumah korban, saksi mengetuk jendela korban tidak ada jawaban, lalu saksi ke pintu depan melihat makanan masih tergantung muncul perasaan saksi tidak enak.

Berikutnya saksi mengambil tangga serta mengintip ke dalam rumah, saat itulah saksi terkejut karena korban ditemukan terlentang tak bergerak.

Saksi segera melapor kepada RT setempat dan segera melaporkan kejadian pada Polsek Martapura Timur, dan segera ditindak lanjuti penemuan tersebut.

Keterangan diberikan Kapolsek Martapura Timur Ipda Bagus Covalianton, melalui PS Kanit Reskrim Polsek Martapura Timur Aiptu Ibnu Ismanto tentang kelanjutan penemuan tersebut.

“Dilihat kondisi korban diperkirakan meninggal Rabu malam, sebab kondisi korban sudah mengeluarkan bau tidak sedap, dan dari pihak keluarga menolak adanya autopsi. Memang tidak ada ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban,” tuturnya.

Di tempat lain, dari keterangan saksi M.Kholdani menerangkan kejadian di mana pertama kali dirinya menemukan kakeknya yang sudah terbujur kaku.

Sidin (beliau) ada penyakit jantung,  sidin sering sesak nafas, terakhir Rabu sore saya antarkan nasi kepada beliau, dan keadaan beliau masih sehat, dan esoknya saya pergi ke luar daerah ada keperluan, dan sampai rumah hari Sabtu pagi setelah itu siang ibu menyuruh saya untuk melihat kakek,” jelasnya.

Saksi segera mendatangi rumah korban, saksi mengetuk jendela rumah korban tapi tidak ada jawaban sehingga korban menuju pintu depan untuk melihat korban.

“Saya sebelum ke pintu depan sudah mencium bau tak sedap dari rumah, lantas saya ke depan untuk mengetuk pintu, tak ada sahutan, saya mengambil tangga dan mengintip dari atas pintu ternyata kakek sudah tidak bernyawa hanya menggunakan tapih (sarung),” lanjutnya.

Korban tidak dibawa ke rumah sakit untuk dilaksanakan autopsi atas permintaan keluarga sehingga setelah dimandikan korban akan di kebumikan. (mj-44/dya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *