BNN

Masyarakat Dilarang Mudik, Pj Gubernur Bebas Kunjungan Lintas Kabupaten

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Pemerintah Pusat telah melarang masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lintas provinsi, bahkan kabupaten. Bahkan seluruh moda transportasi darat, udara maupun laut juga dilarang beroperasi. Saat seluruh masyarakat mengeluhkan peraturan itu, Pj Gubernur Kalsel, Safrizal justru melakukan kunjungan Safari Ramadan lintas kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Selatan.

KOTABARU, koranbanjar.net- Kunjungn Pj Gubernur Kalsel, Safrizal juga berlangsung di Kabupaten Kotabaru pada Jumat kemarin (7/5/2021). Kegiatan Pj Gubernur berupa Safari Ramadan, siang sebelumnya dibungkus dengan agenda pemantauan kegiatan vaksinasi massal.

Selanjutnya, Pj Gubernur buka puasa bersama (bukber) dengan Bupati dan Wakil Bupati, bersama sejumlah SKPD di lingkup Pemerintah Daerah Kotabaru.

BACA:  25 Ribu Vaksin Sinovac untuk Warga Kalsel

Diminta tanggapan terkait hal tersebut seusai bukber, Safrizal mengaku paham sekali atas surat edaran Mendagri tersebut. Bahkan ia menyebutkan perjalananya ini komplit.

“Perjalanan saya ini komplit dan saya sangat paham mengenai pengaturan protokol kesehatan,” ujar Safrizal, kepada sejumlah wartawan.

Sambung dia, menanggapi persoalan anggota DPRD Tanah Bumbu yang menyoroti itu, menurut dia mungkin belum mengerti, dan ia akan menjelaskan.

“Kalau nanti ada saya kesempatan. Saya jelaskan. Mungkin belum mengerti seketat ini. Saya paham juga ada surat edaran Mendagri pembatasan buka puasa bersama dan pelarangan open house,”tandasnya.

BACA:  Kajati Apresiasi Peran Pers dan Forwaka dalam Meraih WBBM

Ditambahkan, yang dilakukan ini kepada bupati dan jajarannya, kerjanya terkontrol, serta terapresiasi. Protokol harus dijaga dengan baik, yang hadir tidak boleh banyak. Jadi jika ada surat undangan bupati kepada SKPD mengundang seluruhnya tidak diperkenankan dan akan dikoreksi.

“Seperti ini 25 orang total hadir. Jadi dibatasi dan bukan berbuka puasa tujuan utamanya. Dan boleh dibatasi dengan prokes yang ketat yang terkendali dengan jumlah tidak terlalu banyak dengan swab yang bagus. Bahkan menjadi alat bagi kita untuk screening,”pungkasnya.(cah/sir)

(Visited 1 times, 1 visits today)
  • Bagikan

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *