BNN

Denny Jalani Isolasi Mandiri Covid-19, Minta Masyarakat Jadi “CCTV” Politik Curang

  • Bagikan

Calon Gubernur nomor urut 02, Denny Indrayana terpapar virus Covid-19, sekarang dia masih menjalani rawat inap serta isolasi mandiri di kediaman pribadi.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Dalam video yang diunggah di akun facebook miliknya yang dikirim ke media ini, Kamis (6/5/2021) di Banjarmasin, mantan Wamenkumham RI di era Persiden Soesilo Bambang Yudhoyono(SBY) ini mengungkapkan sebuah pesan moral dan pesan politik.

Dalam video tersebut ia meminta untuk istirahat setelah bekerja dari subuh, melalui subuh keliling sampai subuh lagi tanpa henti hingga akhirnya dirinya terkonfirmasi kena virus Covid-19.

“Untuk itu ulun minta doa pian seberataan, terutama di bulan penuh berkah ini, di 10 hari terakhir bulan Ramadaan ini. Mohon didoakan agar ulun segera sehat, segera bisa beraktivitas lagi, dan kita bedapatan lagi,” tuturnya.

Di balik itu dia masih sempat mendoakan warga banua mendapat berkah lailatul qadar.

“Terkait dengan ini, saya juga minta maaf akibatnya agenda-agenda yang sudah terjadwal dengan warga seperti  subuh keliling, sholat berjamaah maghrib, berbuka, tarawih, isya terpaksa dijadwal ulang atau dibatalkan. Mudah-mudahan saudara kita dapat memaklumi keadaan ini,” harapnya.

Di sisi lain, dirinya tetap memantau situasi dan kondisi, yang paling harus jaga, lanjutnya adalah politik uang dan politik yang curang.

“Sekarang ini, ulun (saya) mendapatkan masukan ada berbagai pembagian, seperti di Kabupaten Banjar, Aluh-Aluh, Banjarmasin, dan seterusnya. Kita kumpulkan saja bukti-bukti dan saksi-saksinya, itu adalah politik uang yang dikemas dengan jargon-jargon, istilah macam-macam menjelang hari raya ini,” ingatnya.

Karena itu, katanya jangan putus asa. Itu adalah bagian dari upaya untuk mempengaruhi pemilih, saudara-saudara kita memang membutuhkan bantuan.

Akan tetapi juga harus konsisten menolak segala modus, segala jenis politik uang. Karena tidak membawa berkah dan hanya menimbulkan bala (malapetaka), mengundang bencana.

“Kita tentu tetap berharap, meskipun makin tipis, kepada pengawas pemilu, sudah jelas di depan mata kita ada upaya-upaya berbagi uang di daerah-daerah PSU yang pasti berkait dengan upaya untuk menarik suara pemilih. Ulun tetap meminta ada tindakan-tindakan tegas,” ucapnya.

Kalaupun tidak, lanjutnya maka ini adalah langkah-langkahnya. Mari sama-sama, pemilih yang cinta banua untuk mempertahankan kejujuran dan keadilan pemilu.

“Kita tolak politik uang, jaga banua kita dari segala jenis kecurangan,” cetusnya.

Bukan hanya itu, Denny juga mengundang seluruh masyarakat menjadi CCTV, menjadi saksi-saksi dan bukti karena politik uang yang masif terjadi itu adalah alasan untuk diskualifikasi calon.

“Ulun ulangi, politik uang yang masif terjadi itu adalah alasan hukum suatu pasangan calon didiskualifikasi. Karena itu, pian pastikan, kumpulkan buktinya, saksinya, videonya, rekamannya, jadilah CCTV dan kita lawan beimbaian politik-politik uang dan politik-politik curang ini,” bebernya.

Denny berjanji akan terus memantau situasi dan kondisi, sembari mengajak semua masayarakat berdoa, mudah-mudahan dirinya segera sehat.

“Dan mudah-mudahan perjuangan kita gasan banua (perjuangan kita untuk Kalsel) yang lebih bersih, amanah, antikorupsi, dimudahkan dan dikabulkan Allah SWT,” (yon/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 + ten =