Luncurkan Julak Wasi, Bupati Tabalong: Kontribusi Nyata Kami Kendalikan Inflasi di Kalsel

Bupati Tabalong, Anang Syakhfiani menyerahkan secara simbolis atribut julak wasi kepada pedagang. (foto : arif/koranbanjar.net)

Inovasi terbaru Pemkab Tabalong, Julak Wasi resmi dilucurkan, Senin (21/11/2022) di Halaman Pendopo Bersinar, Pembataan.

TABALONG, koranbanjar.net – Julak Wasi merupakan singkatan dari Ojek Jual Sayur Sembako Ikan Kawal Inflasi dengan tagline “Pembeli Nyaman Inflasi Aman”.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani dalam kesempatan itu mengapresi adanya inovasi Julak Wasi yang digagas oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Tabalong ini.

“Hari ini kita dapat berhadir untuk memberikan restu dan dukungan terhadap satu inovasi kita yaitu julak wasi, jual sayur ikan sembako keliling kawal inflasi,” ujarnya.

Meski inovasi Julak Wasi hanya berlangsung sampai Desember 2022, Anang ingin program ini dapat terus berkelanjutan.

Melalui Ketua DPRD Tabalong, Anang berniat program Julak Wasi dapat dimasukkan ke dalam APBD 2023.

“Ini bukan sekedar mengawal inflasi lagi, tetapi untuk meningkatkan harkat martabat orang tabalong,” ucapnya.

Anang menuturkan, inovasi Julak Wasi ini dapat luncurkan berkat Tabalong yang berhasil mengendalikan inflasi daerah.

Pada Juli 2022 lalu, Tabalong berhasil menjadi salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah.

“Sebagai penghargaan pemerintah atas inflasi kita yang terendah, kita dapat insentif 10 milyar lebih. Jadi julak wasi ini karena hadiah 10 milyar tadi,” jelas Anang.

Anang menambahkan, target ke depan pihaknya berharap kembali mendapatkan insentif serupa dari pemerintah pusat.

Ia pun meminta kerjasama dari pihak Perbankan yang juga memiliki kepentingan untuk mengendalikan inflasi agar bersama-sama dapat melakukan pembinaan terhadap para pedagang yang terlibat dalam program Julak Wasi.

“Supaya yang 70 orang ini punya kebanggaan sebagai julak wasi,” tutur Anang.

Anang juga mengatakan, Julak Wasi ini terbilang sesuatu yang kecil. Namun menurutnya di Tabalong sayur mayur dan ikan menjadi pendorong yang kuat.

“Oleh sebab itu yang 70 ini akan merambah perkotaan tahap pertama,” terangnya.

Bahkan jika jumlah tersebut masih kurang lanjut Anang, akan ditambahkan lagi agar mampu mencapai hingga ke pelosok kecamatan.

“Kami ingin memberikan kontribusi nyata agar inflasi di Kalsel ini bisa terkendali,” tuturnya.

(anb/slv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *