Kantor Imigrasi

Kongres IV AP2SENI, Pembelajaran Pendidikan Seni di Indonesia Menjadi Pokok Utama

  • Bagikan
Lokakarya Madhin

Kongres IV AP2SENI yang dilaksanakan Program Studi Pendidikan Seni ULM baru saja selesai dilaksanakan. Berbagai permasalahan pendidikan seni menjadi perhatian serius peserta untuk dibahas dan dipecahkan bersama.

BANJARMASIN, koranbanjar.net -Ki Sulisno selaku Ketua Panita Pelaksana mengaku bersyukur dalam suasana pandemi Covid 19 bisa menyelenggarakan semua rangkaian kegiatan dengan tertib dan lancar.

“Kami bersyukur Kongres IV AP2SENI yang berlangsung sejak 23-25 September 2021 bisa terselenggara tanpa hambatan berarti dalam suasana pandemi Covid 19. Mulai awal, pelaksanaan lomba, seminar, lokakarya dan kongres berjalan dengan baik,” ungkapnya kepada koranbanjar.net, Minggu, (26/9/2021).

Menurutnya, acara ini penting terselenggara kaitannya terhadap pendidikan seni di Indonesia. Dalam Kongres IV AP2SENI, Ki Sulis menyebutkan berbagai permasalahan dalam pendidikan seni drama, tari dan musik menjadi pembahasan pokok untuk dipecahkan bersama.

“Dengan diselenggarakan secara daring justru semua program studi anggota AP2SENI bisa hadir dari awal sampai akhir acara. Sehingga berbagai masalah terkini terkait pendidikan seni drama, tari dan musik, khususnya soal pembelajaran, bisa dibahas dan dipecahkan dalam pertemuan tersebut secara komprehensif,” pungkasnya.

Permasalahan Formasi CPNS Guru Kesenian

Pertunjukan Daring AP2SENIKi Sulis menilai adanya kebijakan sepihak terkait lulusan seni pertunjukan ketika memasuki dunia kerja, khususnya dalam pendaftaran CPNS. Ia merencanakan, awalnya dalam Kongres IV AP2SENI bisa menghadirkan banyak pihak untuk duduk bersama mendiskusikan hal tersebut.

“Ada sejumlah target yang tidak terpenuhi dalam pelaksanaan Kongres IV AP2SENI. Awalnya panita berharap bisa menghadirkan pihak-pihak terkait untuk membicarakan soal CPNS guru kesenian,” ujarnya.

Lebih jauh Ki Sulis memaparkan, produk utama dari program studi pendidikan seni drama, tari dan musik adalah guru seni di sekolah menengah. Ia mencontohkan permasalahan CPNS guru kesenian di Kalimantan Selatan.

“Ada banyak pihak yang menentukan dan masing-masing membuat kebijakan sepihak tanpa memperdulikan pihak lain, bahkan untuk hal-hal yang sifatnya hanya administratif. Sebagai contoh, banyak sekolah di Kalimantan Selatan ini masih sangat kekurangan guru kesenian. Masalahnya ketika pendaftaran CPNS dibuka, guru untuk mengajar seni harus kualifikasi S-1 Seni Budaya menyesuaikan nama mata pelajaran,” sebutnya.

Ki Sulis melihat fenomena tersebut adalah permasalahan hari ini yang tidak bisa diselesaikan sepihak. “Masalahnya, setiap kali penerimaan CPNS, masih kerap terjadi semua pendaftar ditolak, dianggap tidak memenuhi syarat administrasi lantaran ijazahnya bukan S-1 Seni Budaya, melainkan S1 Pendidikan Sendratasik, S-1 Pendidikan Musik, S-1 Pendidikan Seni Tari, S-1 Pendidikan Seni Pertunjukan dianggap berbeda dengan S-1 Seni Budaya,” imbuhnya menjelaskan.

Kegelisahan tersebut menjadi alasan awalnya kenapa panitia ingin menghadirkan pihak-pihak terkait untuk duduk bersama. “Seni Pertunjukan dianggap berbeda dengan S-1 Seni Budaya. Beberapa kali Dekan FKIP ULM menyampaikan masalah itu ke sejumlah Badan Kepegawaian Daerah namun tidak diindahkan. Formasi guru seni dibiarkan kosong tanpa pendaftar. Tidak ada perguruan tinggi di Indonesia yang menerbitkan ijazah S-1 Seni Budaya. Perguruan tinggi memberi nama program studi sesuai nomenklatur yang ditetapkan Dirjendikti. Nah, melalui forum Kongres IV AP2SENI panitia pada awalnya berharap bisa mengundang berbagai pihak terkait untuk membahas persoalan-persoalan seperti itu,” pungkasnya.

Daftar Pemenang Lomba

Loakarya Madihin AP2SENI

Ainun, adalah mahasiswa perwakilan dari Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM yang berhasil meraih juara 1 pada lomba cipta lagu anak yang diselenggarakan oleh AP2SENI IV.

Selain lomba cipta lagu anak, juga ada lomba monolog, tari kreasi, dan inovasi pembelajaran seni. Berbeda dengan perlombaan antar mahasiswa sejenisnya, lomba ini cukup bergengsi karena pesertanya hanya diikuti oleh para mahasiswa pendidikan seni se Indonesia. Artinya, para pemenang pada perlombaan ini adalah yang terbaik dari yang terbaik.

Berikut daftar pemenang lomba secara keseluruhan:

LombaTari Kreasi

Tingkat JuaraNo PesertaNama PesertaAsal UniverstasTotal Nilai
Juara 114Muhammad RidhoUniversitas Negreri Padang987
Juara 207I Wayan Gede BimantaraUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia980
Juara 308Ni Kadek TresnakertiInstitut Seni Indonesia Denpasar960
JuaraHarapan 101Dimas Yusuf SetiawaUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa945

 

Lomba Monolog

Tingkat JuaraNo PesertaNama PesertaAsal UniverstasTotal Nilai
Juara 105JannahUniversitas Sultan Agung765
Juara 203Muhammad Sirajul MunirUniversitas Negeri Malang720
Juara 307IlhamUniversitas Lambung Mangkurat684
JuaraHarapan 102Irma triwahyuniISI Denpasa675

 

 

Lomba Inovasi Media Pembelajaran

Tingkat JuaraNo PesertaNama PesertaAsal UniverstasTotal Nilai
Juara 104Thubani AmasUniversitas Negreri Yogyakarta925
Juara 205Nurhayati HasuiH awidUniversitas Negeri Jakarta910
Juara 301Rema AnandaUniversitas Lambung Mangkurat900
JuaraHarapan 110M. Ilham RamadaniISI Yogyakarta895

 

LombaCiptaLagu Anak

Tingkat JuaraNo PesertaNama PesertaAsalUniverstasTotal Nilai
Juara 108Ainun NisaUniversitas Lambung Mangkurat955
Juara 205Anak Agung Ayu Istri RaymayuniUniversitas PGRI Mahadewa Indonesia935
Juara 301Gabriel Stephanni Miranti Aji / Ikhsan TaufikUniverseitas Lampung930
JuaraHarapan 106SatryoUniversitas Negeri Malang905
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *