Komisi IV Soroti Antrean Karcis Pendaftaran BPJS RSUD Ulin Banjarmasin

  • Bagikan
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Zulfa Asma Vikra.(foto: dok)
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Zulfa Asma Vikra.(foto: dok)

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Zulfa Asma Vikra menyorot kejadian sistem antrean di loket karcis pendaftaran BPJS di RSUD Ulin Banjarmasin yang viral di media sosial.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Anggota DPRD Kalsel, Zulfa Asma Vikra saat dihubungi lewat WhatsApp, meminta pihak RSUD Ulin membuat aplikasi pendaftaran secara online.

“Untukn rumah sakit di Kalsel termasuk ulin solusi antrean masih konvensional,” ujarnya.

Lanjut dikatakan, lamanya proses dan waktu tunggu antrean sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada instansi kesehatan seperti rumah sakit, di mana pasien juga diharuskan mengantre dapat berpengaruh pada kondisi pasien.

“Sistem pendaftaran yang ada hanya menyediakan pengambilan nomor antrean, namun untuk proses menunggu antrean masih harus datang ke lokasi,” katanya.

Namun sambungnya, pada sistem antrean berbasis mobile phone, pengguna dapat mengakses sistem kapanpun dan di manapun.

“Selain lebih efektif dan efisien juga memangkas sistem birokrasi. Agar juga menghindari adanya penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat,”  jelasnya.

Pernyataan politisi Partai Demokrat ini terkait tulisan seorang warganet menyorot  sistem antrean karcis pendaftaran BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin yang diposting di akun media sosial Facebook milik Zulfaisal Putera.

Tandai jejak antrean dengan berbagai perlengkapan. (foto: ist)
Tandai jejak antrean dengan berbagai perlengkapan. (foto: ist)

Dalam tulisannya yang dibagikan 121 kali itu, pengguna akun Zulfaisal Putera mengungkapkan situasi antrean karcis pendaftaran BPJS di rumah sakit pemerintah terbesar di Kalimantan di Jalan Ahmad Yani KM 2 Banjarmasin ini pada saat subuh antara pukul 06.00 Wita dan 07.00 Wita.

Dituliskan pula, untuk mendapatkan karcis, calon pasien harus meletakkan jejak antre di lantai. Ada yang berupa amplop pelastik, surat rontgen, map, sendal, tas, botol air mineral hingga kunci motor.

Sementara pihak manajemen RSUD Ulin melalui Humas Yan Setiawan ketika dikonfirmasi media ini via WA mengatakan tidak membenarkan sistem antrean seperti itu.

“Mestinya tidak seperti itu, karena ketika antrean itu dibuka tidak mewakilkan dengan kertas, buku atau benda apapun yang ditaruh sebagai jejak antrean,”  terangnya.

Pihaknya meminta kepada sekuriti untuk mengantisipasi keadaan itu agar tidak terulang lagi.

Sementara pihak BPJS Cabang Banjarmasin melalui Humasnya, Gian Reza Benedicta tidak berani berkomentar.

“Apakah bapak sudah menghubungi humas rumah sakit ulin, nanti aku konfirmasi dulu ke bidang yang bersangkutan ya pak,”  responya singkat lewat WA.(yon/sir)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *