Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

Kisah Lengkap 2 Bocah Perempuan Tenggelam di Sungai Pangeran, Jumpai Kematian saat Mandi yang Kedua

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Kejadian tragis dialami dua bocah perempuan yang masih terikat saudara sepupu yakni, SA (7) dan NA (6) pada Mnggu sore, (2/5/2021) sekitar pukul 16.40 WITA. Kedua anak yang masih kecil ini rupanya harus menerima takdir mereka, meninggal dunia pada bulan suci Ramadan, setelah tenggelam di Sungai Pangeran di Jalan Pangeran RT 06, Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Dua bocah perempuan, SA (7) dan NA (6) masih memiliki hubungan saudara sepupu. Sore itu mereka bermain di Sungai Pangeran yang airnya sedang pasang.

Saat koranbanjar.net mendatangi kedua orang tuanya pada, Senin, (3/5/2021) sekitar pukul 08.00 WITA di rumah duka di Jl Pangeran RT 06, kedua orang tuanya masih shock, dan belum bisa ditanya tentang kejadian yang dialami putri mereka satu-satunya itu.

Tetangga korban, Maslehah kepada koranbanjar.net menjelaskan bahwa, orang tua SA masih dalam kondisi lemah, dan masih belum percaya kalau anaknya sudah meninggal dunia.

Kronologi kejadian, menurut Maslehah, pada Minggu, kedua anak itu sedang mandi ke sungai, kebetulan air mulai pasang. Mereka mandi sejak pukul 13.00 WITA. “Pas mereka mandi jam satu-an, banyu (air) paharatan naik (pasang),” ucapnya.

Ketika menuju sungai, mereka berdua melewati titian atau jembatan kecil yang terbuat dari sebatang kayu ulin di samping musala Al Ikhlas. Mereka berdua pun sempat menyapa Maslehah dengan menanyakan, “Nek air sungai sudah pasang kah?” ucap salah satu anak itu.

Maslehah pergi ke sungai dan memang air sedang pasang. Kedua anak ini mengikuti Maslehah sambil mereka berdua bercanda. “Saat mereka berdua mau mandi ke sungai, orang tua SN sempat mengawasi mereka berdua,” tuturnya.

Orag tuanya pun sempat meminta mereka berdua untuk naik ke darat. “Nak naikkan, banyu pasang, sudah naik,” cerita Maslehah menirukan ucapan ibunya.

Kedua anak ini menuruti perintah orang tuanya untuk berhenti mandi dan naik ke daratan. Namun sehabis Ashar sekitar pukul 16.00 WITA, kedua anak ini kembali mandi ke sungai tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Sementara itu, keterangan tetangga korban lainnya, yang tinggal tidak jauh dari rumah korban yaitu, M Habibi Alias Rahman bahwa, ketika orang tua SN dan NA mencari anaknya ke sungai, keduanya tidak ada terlihat di sungai,” ucap Rahman.

“Orang tuanya hanya menemukan sendal milik korban di titian,” ucap Rahman.

Orang tua kedua korban langsung meminta bantuan warga setempat untuk mencari keberadaan kedua anaknya dengan menyisir dan melihat ke kolong musala dan kolong jembatan serta sekitar lokasi kedua anak ini bermain.

Pencarian dilakukan warga tidak berhasil untuk menemukan kedua anak ini, akhirnya warga meminta bantuan kepada anggota relawan BPK setempat. Hasilnya, anak yang pertama ditemukan adalah NA (6), kemudian selang tujuh menit ditemukan SA (7) yang jaraknya tidak jauh dari NA ditemukan.

“Sewaktu kedua anak ini ditemukan tubuh mereka tampak lemas, dan tidak tahu kapan kedua anak ini tenggelam,” ucap Rahman.

Padahal, menurut dia, kedua anak ini bisa berenang. “Kami tidak tahu persis kenapa anak ini bisa sampai tenggelam,” imbuhnya.

Setelah ditemukan, kedua anak ini langsung dilarikan ke IGD RSU Islam Banjarmasin untuk segera diberikan penanganan medis, tapi Allah Swt berkehendak lain, kedua anak ini tidak dapat tertolong lagi karena analisa medis bahwa mereka cukup lama berada di dalam air.

Kedua jenazah anak ini langsung dibawa pulang ke rumah duka pada Minggu malam, dan dimakamkan hari Senin tadi, (03/5/2021) di alkah pemakaman keluarga.(mj-33/sir)

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *