Kinerja Tidak Optimal Dibalik Alasan Dibangunnya Gedung Baru DPRD Kalsel Bergaya Modern Rp264 Miliar

Konsep gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang rencana dibangun. (Foto: Humas DPRD Kalsel/Koranbanjar.net)
Konsep gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang rencana dibangun. (Foto: Humas DPRD Kalsel/Koranbanjar.net)

Dengan dalih fungsi sarana dan prasarana atau ruang-ruang di gedung lama sudah tidak mampu menampung berbagai macam kegiatan, menjadi salah satu alasan dibangunnya gedung baru DPRD Provinsi Kalimantan Selatan bergaya modern dengan total nilai anggaran Rp264 miliar.

BANJARBARU, koranbanjar.net Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) PUPR Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan lewat sambutannya saat acara groundbreaking dimulainya pembangunan konstruksi gedung DPRD Kalsel di lahan kawasan Perkantoran Pemprov Kota Banjarbaru, Rabu (5/6/2024).

Dikatakan Solhan, dengan lahan terbatas dan tidak bisa dikembangkan menyebabkan masalah antara lain ruang terbuka hijau dan area parkir, serta fasilitas lainnya sudah tidak bisa ditampung sepenuhnya.

“Masalah tersebut menyebabkan tidak maksimalnya kinerja DPRD Kalsel dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, perlu dibangun gedung baru yang berlokasi di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, dengan lahan seluas 2,9 hektar, total nilai anggaran Rp264 miliar.

Dijelaskannya, pembangunan gedung berlantai 3 ini berkonsep modern green building dan mengadopsi kearifan lokal Rumah Adat Gajah Baliku.

Selain ibu kota Kalsel berada di Kota Banjarbaru dan sudah tentu seluruh kegiatan pemerintahan terkonsentrasi di Kota Idaman tersebut. Maka untuk memudahkan kinerja 55 anggota wakil rakyat ini, sudah saatnya memiliki gedung baru yang berdiri di wilayah itu.

Lebih jauh Solhan menguraikan, untuk pembangunan kantor dewan di tahun 2024 ini jangka waktunya sekitar 225 hari dan secara keseluruhan nanti dilanjutkan lagi di tahun 2025 mendatang.

“Untuk tahun ini yang kita bangun pondasi dan strukturnya dan anggarannya sekitar empat puluh delapan miliar, tapi bukan multy years. Karena selesai bangun pondasi dan struktur di tahun ini baru lanjut ke tahun berikutnya,” terangnya.

Disinggung total anggarannya dari 2024 hingga selesai nanti. Dia menyampaikan sekitar Rp264 miliar, karena dikerjakan bertahap.

“Total anggaran Rp264 miliar makanya bertahap dulu pembangunannya, kita mulai 2024 ini bangun pondasi dan struktur,” ucapnya sembari berharap disegerakan pembangunannya.

Lanjut dikatakan Solhan, setelah nanti selesai pondasi dan strukturnya, maka di tahun 2025 dilanjutkan bangun fisik gedungnya hingga selesai.

Berdasarkan denah perencanaannya, gedung utama DPRD Kalsel ini nanti dibangun tiga lantai. Untuk di lantai 1, terdapat ruang rapat dan ruang Komisi DPRD dan perpustakaan.

Lantai 2 digunakan untuk ruang Fraksi DPRD yang dilengkapi dengan pantry, toilet dan musala serta kamar untuk beristirahat para pimpinan dan anggota DPRD.

Lantai 3 akan dibuat ruangan untuk Pimpinan, Sekretaris DPRD Provinsi Kalsel dan Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel, seperti administrasi keuangan dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), yakni Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus) dan Badan Pembentukan (BP) Peraturan Daerah (Perda).

Sedangkan, gedung rapat paripurna rencananya akan dibangun dua lantai dan aula satu lantai yang dilengkapi dengan sarana olahraga dan tempat ibadah.

Bahkan Ketua DPRD Kalsel Supian HK mempunyai keinginan agar setiap anggota dewan masing-masing mendapatkan satu ruangan kerja dan berharap juga akan dibangun rumah dinasnya.

“Nantinya masing-masing setiap anggota dewan dibangunkan satu orang satu ruangan dan akan disiapkan sebanyak enam puluh lima uangan dari lima puluh lima anggota dewan,” pinta Supian HK saat wawancara dengan awak media di acara groundbreaking. (yon/bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *