Kesaksian Pembimbing Haji, Temui Jamaah Tak Bisa Melihat Ka’bah Hingga Kesurupan

  • Bagikan
Guru Rudi Khairuddin (foto: leon)

Kisah ini ternyata benar-benar terjadi, tentang berbagai keajaiban dan keanehan yang menimpa jamaah saat melaksanakan ibadah haji maupun ibadah umrah di Makkah, Saudi Arabia.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Keajaiban ini diceritakan berdasarkan kesaksian langsung seorang ustad sekaligus pembimbing salah satu travel perjalanan haji dan umrah  di Banjarmasin, Rudi Khairuddin atau biasa disapa Guru Khairuddin.

Kepada media ini, Minggu (4/4/2021), saat ditemui di rumahnya di Jalan Mantuil Komplek Wengga Banjarmasin, dia menuturkan, salah satu jamaah haji perempuan berusia kurang lebih 60 tahun, berasal dari warga Jalan Veteran Banjarmasin, ketika ingin melaksankan  ibadah haji, sebelum berangkat tubuhnya dalam keadaan stroke dan menggunakan kursi roda.

“Setelah di Makkah, dan sidin (beliau) sholat di Masjidil Haram, ulun (saya) mencoba melarang sidìn kada (tidak) lagi menggunakan kursi roda, lalu beliau menuruti apa kata ulun. Perlahan berjalan tanpa menggunakan  kursi roda lagi, akhirnya dengan ijin Allah, sidin kawa (bisa) berjalan, sampai tawaf, sa’i dilakukan tanpa kursi roda, alhamdulillah,” tutur Guru Rudi.

Adapun keanehan lainnya, lanjut ustad lulusan Pondok Pesantern Bangil, Jawa Timur ini, adapula salah satu jamaah, seorang perempuan pula tanpa menyebutkan namanya, Guru Rudi menceritakan, jamaah perempuan ini sebelum berangkat menuju Makkah, tampak sehat dan tidak mengalami sakit apapun.

“Namun ketika sampai di sana (Makkah), perempuan ini tiba-tiba sakit terus menerus, diberi obat, tak kunjung sembuh, hingga pernah kesurupan, akhirnya sampai kembali ke Banjarmasin, tiba-tiba sakitnya berangsur pulih,” ceritanya.

Dan lebih miris serta menyedihkan lagi, Guru Rudi menyaksikan salah satu jamaah haji yang ia bawa, ketika tawaf mengelilingi Kabah, tidak dapat melihat sama sekali dengan kiblatnya orang muslim tersebut.

Padahal Ka’bah itu ada dihadapannya, namun seorang jamaah itu kata Guru Rudi mengaku tidak melihat apa-apa.

“Orang itu hanya mengaku hanya melihat gunung, dan batu-batu,” ucapnya.

Bahkan sampai di hotel, lanjutnya, jamaah perempuan ini kesurupan, sehingga Guru Rudi dibuat sibuk mengurusnya.

“Akhirnya sampai kembali ke Banjarmasin, jamaah tersebut hanya diam, tak banyak bicara,” sebutnya.

Guru Rudi berpesan, kepada seluruh jamaah atau warga yang ingin melaksankan ibadah haji atau umrah hendaknya berkata yang baik-baik, segala yang kotor dibersihkan.

“Maksudnya sholat tobat, banyak-banyak minta ampun dan minta rido kepada tetangga,  jangan berbuat buruk, atau berkata yang tidak baik, pokoknya berangkat dari sini harus dalam keadaan bersih,” pesan pengasuh Majelis Atanwir ini. (yon/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *