Kemacetan Jalan Raya, Jalan Trans Kalimantan di Handil Bakti Tersumbat

MACET – Jalan menembus Handil Bhakti di Kayu Tangi Ujung Banjarmasin mengalami macet total. (foto: faqih/koranbanjar.net)
MACET – Jalan menembus Handil Bhakti di Kayu Tangi Ujung Banjarmasin mengalami macet total. (foto: faqih/koranbanjar.net)

Jalur trans Kalimantan di Jalan Kayu Tangi Ujung menembus Handil Bhakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala mengalami macet total. Tidak tanggung-tanggung, kemacetan mengakibatkan jalur untuk melintasi jembatan tersumbat.

BATOLA, koranbanjar.net – Pengguna jalan raya yang berasal dari arah Kabuaten Batola menuju Kayu Tangi, Kota Banjarmasin atau sebaliknya sering dihadapkan pada arus lalu lintas yang padat, hingga macet.

Terutama saat pagi, ketika masyarakat berangkat kerja menuju arah ke dalam Kota Banjarmasin melintasi Jl Kayu Tangi atau sebaliknya.

Kemacetan yang terjadi di Jalan Trans Kalimantan ini sudah semakin parah. Hal itu terjadi lantaran Jembatan Alalak I sudah ditutup secara total oleh Dishub Kota Banjarmasin sebagaimana terlihat pada Kamis (08/07/2021).

Penutupan akses menuju jembatan membuat para pengguna jalan mau tidak mau menggunakan jalan alternatif yaitu, Jalan Cemara Ujung untuk menuju Banjarmasin. Dan kalau sebaliknya, harus menggunakan jalan tembus Perumnas.

Penelusuran koranbanjar.net Jumat (09/07/2021), pagi hari terjadi kemacetan cukup panjang, kemacetan ini terjadi diperkirakan karena masyarakat berbarengan berangkat kerja menuju Kota Banjarmasin atau sebaliknya.

Kata salah satu pedagang buah di sana, Udin (37), “Kemacetan di sini memang hampir tiap hari, biasanya pada jam pagi dan sore yang macet, apalagi hari kerja, biasanya kalo weekend juga terjadi kemacetan. Tetapi kadang parah, kadang juga tidak. Tapi kalo hari ini lumayan panjang, karena saya dengar jembatan yang satunya sudah ditutup,” ungkap dia.

Menurutnya, walaupun ada petugas kepolisian yang berjaga setiap pagi, kemacetan tidak bisa dihindari. Karena sangat banyak warga yang hendak pergi ke Banjarmasin.

“Faktor utama kemacetan ini adalah kendaraan roda 2 yang sering nyerobot ke wilayah jalur mobil, sehingga terjadi kemacetan panjang,” tutupnya.(mj-39/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *