Kelangkaan dan Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg, Habib Alwy Bahasyim Sarankan Perketat Pengawasan Saat Pendistribusian

Ketua KKB Kalimantan Selatan Habib Alwy Bahasyim. (Foto: IG/Koranbanjar.net)

Kelangkaan elpiji 3 Kg berdampak kenaikan harga gas melon yang diperuntukkan masyarakat miskin ini membuat harganya cukup “mencekik”.

BANJARMASIN, koranbanjar.net Fenomena ini membuat prihatin Ketua Kerukunan Keluarga Bahasyim (KKB) Habib Alwy Bahasyim.

Kepada media ini, Selasa (21/5/2024) di Banjarmasin, Habib Alwy Bahasyim yang mendaftar sebagai Bakal Calon (Balon) Walikota Banjarmasin di Pilkada 2024 ini menduga adanya permainan dan penumpukan di tingkat agen maupun pangkalan

Mengapa demikian, sebab menurutnya berdasarkan informasi dari Pemerintah Kota Banjarmasin bahwa mereka mengklaim tidak ada kendala dalam pendistribusian dan pengurangan kuota khususnya untuk wilayah Kota Banjarmasin.

Bahkan baru – baru tadi Pertamina sudah melakukan operasi pasar di 5 kecamatan pada 17 titik selama 3 hari, namun hingga sekarang masih terjadi kelangkaan dan kenaikan harga yang masih melambung.

“Ini berarti diduga adanya permainan di tingkat agen sampai ke pangkalan. Untuk itu kami sarankan baik Pertamina maupun pemerintah setempat perketat pengawasan saat pendistribusian,” sarannya.

Meskipun lanjutnya, sudah ada beberapa pangkalan mendapatkan sanksi berupa Pemutusan Hubungan Usaha(PHU) oleh Pemko Banjarmasin akibat adanya tindakan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Lagi dirinya menduga adanya permainan dimana sebenarnya berdasarkan aturan bahwa pangkalan hanya boleh menjual ke pengecer 30 persen.

“Mungkin salah satu faktor langkanya elpiji 3 kilogram hingga sampai hari ini akibat menjual ke pengecer melebihi tiga puluh persen itu tadi,” duganya lagi.

Akibatnya situasi ini berimbas pada masyarakat bawah, termasuk para pedagang-pedagang kecil, UMKM dan masyarakat miskin.

“Kalau bagi masyarakat mampu tidak berpengaruh mereka kan menggunakan elpiji warna pink atau 5 kilogram,” ujarnya.

Unsur dari pihak keamanan tambahnya juga sangat penting dalam hal melakukan pengawasan atau penyelidikan terhadap adanya kelangkaan elpiji 3 Kg yang dianggap tidak wajar tersebut.

“Pihak kepolisian, Bhabinkamtibmas, Babinsa harus turut mengawasi penyaluran elpiji 3 Kg mulai dari Pertamina ke agen sampai ke pangkalan terus ke masyarakat,” pintanya.

(yon/rth)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *