BNN

Kebakaran Kalsel, Api di Sungai Mesa Banjarmasin Diduga dari Rumah Warga Abnormal

  • Bagikan
Rumah yang terbakar di Sungai Mesa, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (1/10/2021). (foto: leon)
Rumah yang terbakar di Sungai Mesa, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (1/10/2021). (foto: leon)

Kebakaran yang terjadi di Jalan Seberang Masjid Sungai Mesa Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat, (1/10/2021) siang, diduga api berasal dari rumah seorang warga yang abnormal.

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Informasi tentang asal api dihimpun dari keterangan beberapa korban kebakaran yang berhasil didapatkan media ini, Jumat (1/10/2021) saat berada di lokasi kejadian.

“Saya lagi tidur di kamar, tiba-tiba adik berteriak ada api. Saya langsung bangun dan kaget. Ternyata, api sudah besar di rumah Safari, ” warga setempat, Alan, seorang pelajar SMA Negeri 2 Banjarmasin.

Alan memiliki dua adik yang ditinggal ayah-ibunya bekerja sebagai wartawan media lokal di Kalimantan Selatan.

“Saat itu hanya ada saya dan adik-adik saya di rumah, jadi saya hanya memikirkan adik, tidak berpikir menyelamatkan harta,” ucapnya.

Ketika disinggung soal pemilik rumah bernama Safari, Alan menyebut usianya sekitar 30 tahun, dia tidak bekerja, kebutuhan dia selama ini ditanggung saudaranya.

Rumah yang terbakar di Sungai Mesa, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (1/10/2021). (foto: leon)
Rumah yang terbakar di Sungai Mesa, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (1/10/2021). (foto: leon)

Sementara Ketua RT setempat, Didi Jarianoor memberikan keterangan yang tidak jauh berbeda. Jarianoor bilang, api diduga berasal dari rumah Safari.

“Kata warga, tadi Jarianoor  sedang bakar-bakar sampah, ada juga yang mengatakan Safari biasa masak-masak, kalau-kalau saja ditinggal ke luar, biasa gitu orangnya, susah diajak bicara bisa tidak nyambung,”  ungkap Didi.

Sementara Kapolsek Banjarmasin Tengah ketika dikonfirmasi menyerahkan ke anak buahnya Ari. Pihaknya akan melakukan olah TKP dan segera menelusuri kasus kebakaran ini.

“Kita tidak berani menyimpulkan, jangankan hanya memberikan gambaran, tapi nanti kita lihat hasil penyelidikan, intinya kita akan berani berasumsi,” tukasnya.(yon/sir)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 6 =