Jembatan HKSN Kembali Makan Korban, Seorang Pemuda Diserang Sekelompok OTK

Jembatan HKSN minim lampu penerangan (PJU) rawan tindak kejahatan. (koranbanjar.net)
Jembatan HKSN minim lampu penerangan (PJU) rawan tindak kejahatan. (koranbanjar.net)

Jembatan HKSN Banjarmasin yang baru diresmikan enam bulan lalu, April 2022 kembali menimbulkan korban tindak kejahatan. Seorang pemuda diduga telah dibegal sekelompok orang tak dikenal (OTK).

BANJARMASIN, koranbanjar.netInformasi yang didapat media ini, Minggu (11/9/2022), salah seorang warga yang tinggal di sekitar jembatan, Aman Fahriansyah mengungkapkan, Sabtu malam tadi, (10/09/2022) sekitar pukul 01.00 dinihari telah terjadi tindak pidana penyerangan dengan senjata tajam terhadap seorang pemuda dari sekelompok orang tak dikenal.

“Kejadiannya tadi malam sekitar pukul satu dinihari, ada dua pemuda naik motor berboncengan arah menuju Kuin Utara dihadang sekelompok orang tak dikenal langsung menyerang dengan senjata tajam jenis parang,” ungkapnya.

Saat itu lanjut Aman, dirinya sedang naik motor dari HKSN mau pulang menuju Alalak Utara.

“Ketika itu saya melihat sekelompok orang itu menyerang dua pemuda tersebut saat masih berada di atas motor,” ceritanya.

Tiba – tiba salah satu dari sekelompok orang tak dikenal tadi menyabet dengan parang ke arah dua pemuda, satu dari mereka berhasil menghindar.

“Namun nahas salah satu pemuda yang diketahui bernama Nova Wardana tak sempat menghindar, tanpa sadar menangkis sabetan parang dengan tangannya sendiri, kontan saja mengakibatkan luka dalam cukup serius hingga dilarikan ke rumah sakit,” ceritanya.

Dirinya belum berani memastikan mengenai penyebab atau pemicu penyerangan itu.

“Apakah ini pembegalan atau perkelahian,” ucapnya.

Jika benar terjadi pembegalan, Aman mengungkapkan berarti dalam kurun waktu 8 bulan ini sudah dua kali terjadi tindak kejahatan begal.

“Tiga bulan lalu seorang paman sayur juga menjadi korban begal, tubuhnya penuh luka ditusuk senjata tajam oleh sekelompok orang diduga begal,” kisahnya.

Salah satu penyebab rawannya terjadi tindak kejahatan, kata Aman karena situasi di jembatan gelap.

“Sejak awal diresmikan sampai sekarang, penerangan jembatan HKSN sangat kurang, masih terlihat gelap,” bebernya.

Bukan hanya di atas Jembatan HKSN, tetapi bagian bawah jembatan atau di jembatan lama, kondisinya tidak jauh berbeda, minim penerangan lampu.

Dirinya berharap agar Pemerintah Kota Banjarmasin segera menambah lampu jalan atau lampu Jembatan HKSN yang menghubungkan Kuin Cerucuk, Banjarmasin Barat, dengan Kuin Utara, Banjarmasin Utara tersebut.

“Paling tidak mengurangi resiko terjadinya tindak kejahatan, baik begal maupun perkelahian atau kecelakaan.” tutupnya. (yon/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *